Informasi Cokelat Beracun Hebohkan Warga Badung, Dirut RSD Mangusada: Itu Hoax

Informasi cokelat beracun ini beredar melalui media sosial Whatsapp (WA) maupun facebook.

Informasi Cokelat Beracun Hebohkan Warga Badung, Dirut RSD Mangusada: Itu Hoax
Tribun Bali/Agus Aryanta
Kondisi dari luar RSD Mangusada, Kabupaten Badung, Sabtu (20/4/2019). Hanya saja tenaga medis yang dimiliki masih belum mencukupi kebutuhan. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Beberapa masyarakat di kabupaten Badung mulai ‘pakrimik’ karena beredar informasi dari seorang dokter yang disebut berdinas di RSUD Kapal yang mengatakan ada tiga anak meninggal usai makan cokelat.

Dalam pesan berantai itu disebutkan bahwa tiga anak meninggal usai dirujuk ke rumah sakit.

Informasi cokelat beracun ini beredar melalui media sosial Whatsapp (WA) maupun facebook.

Tak pelak informasi tersebut membuat masyarakat heboh dan bertanya-tanya.

Dirut RSD Mangusada Badung,  dr. Nyoman Gunarta yang dihubungi Senin (29/4/2019) mengatakan informasi tersebut sama sekali tidak benar.

Menurutnya tidak ada di Rumah sakit Daerah Mangusada yang merawat tiga anak lalu meninggal seperti isi dalam pesan berantai tersebut.

“Informasi itu hoax. Tidak ada dokter di RSD Mangusada bernama Dokter Dwija,” jelasnya

Pihaknya juga mengaku, tidak ada jenazah anak-anak di ruang jenazah RSD mangusada.

“Tidak ada jenazah anak-anak yang meninggal atau  dititikan di RSD Mangusada. Selain itu yang perlu kami tegaskan juga tidak ada nama rumah sakit RSUD Kapal,” tambahnya.

Ia berharap, masyarakat kini harus jeli dan berhati-hari menerima informasi.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved