Pelihara Ular Piton sampai 12 Ekor, Oka Harus Sering Mandikan dan Berhati-hati saat Ularnya Birahi
Ketut Oka Widhiartana, lelaki kelahiran Denpasar, 21 oktober 1993 ini malah memelihara ular piton di rumahnya.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Jika kebanyakan dari kita senang beternak ayam, babi, sapi, maupun bebek, sangat berbeda dengan yang dilakukan Ketut Oka Widhiartana.
Lelaki kelahiran Denpasar, 21 oktober 1993 ini malah memelihara ular piton di rumahnya.
Bahkan jumlahnya mencapai 12 ekor dengan ukuran yang besar dan yang terbesar memiliki berat hampir 100 kg.
Kamis (9/5/2019) siang, Tribun Bali menyambangi kediaman Widhiartana di sudut Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Diponegoro Gang VII Nomor 6b Denpasar, Bali.
Sesampainya di sana ia langsung mengajak Tribun Bali ke pojok tenggara rumahnya dan di sanalah beberapa kandang ularnya tersimpan.
“Di sini saya cuma pelihara ular piton saja. Kalau ular lain yang berbisa tidak, karena di sini banyak kos-kosan, takutnya lepas. Sulit jadinya,” kata Widhiartana sembari membuka salah satu kandang yang berisi dua ekor ular piton albino.
“Ini ularnya sedang birahi, yang lebih kecil jantan dan yang ukurannya besar ini betina,” katanya sembari menarik keluar seekor ular yang ukurannya mencapai meter ini.
Baca: Ular Piton & Ular Hijau Masuk Rumah Warga di Denpasar, Begini Antisipasi Agar Ular Tak Masuk Rumah
Baca: Ular Sawah Sebabkan Sebagian Wilayah Ubud Padam Listrik, Begini Kronologinya
Ngeri memang jika membayangkan ular sebesar itu berkeliaran di alam bebas.
Namun karena sudah jinak dan sudah dipelihara sejak kecil ularnya jadi terbiasa dengan kehadiran manusia.
Widhiartana mengungkapkan, jika di alam liar, untuk menangkap ular tersebut butuh empat sampai lima orang.
“Kalau sendiri kewalahan. Apalagi piton terkenal dengan belitannya yang kuat dan bisa meremukkan tulang, apalagi sebesar ini,” ujarnya.
Kesukaannya pada ular menurun dar sang ayah yang juga menyukai ular.
Saat dirinya kecil, sering melihat sang ayah menangkap ular dari alam liar dan dipelihara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketut-oka-widhiartana-bersama-ular-peliharaanya.jpg)