Pelihara Ular Piton sampai 12 Ekor, Oka Harus Sering Mandikan dan Berhati-hati saat Ularnya Birahi
Ketut Oka Widhiartana, lelaki kelahiran Denpasar, 21 oktober 1993 ini malah memelihara ular piton di rumahnya.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Selain itu pernah juga memberi seekor anak sapi yang mati pada ular peliharaanya ini.
“Akhir-akhir ini ular ini sudah saya dietkan. Dulu obesitas, besar sekali. Bahkan besarnya hampir sama dengan batang pohon kelapa,” katanya.
Suka duka saat memelihara ular ini pasti selalu ada, hal ini karena masyarakat ada yang pro dan kontra.
Bahkan tak jarang ada yang mengatakan dirinya ‘gila’ karena memiliki hobi aneh dan ekstreme.
Sementara banyak juga yang mendukung untuk edukasi.
Baca: 9 Tahun Pacaran dan Akhirnya Menikah, Kelahiran Pasangan Ini Ternyata Menyimpan Cerita Unik
Baca: Ular Piton Bermata Tiga Berusia 3 Bulan Ditemukan di Australia, Begini Nasibnya Saat Ini
Beberapa sekolah maupun instansi pernah mengundangnya untuk memberikan edukasi terkait ular yang selama ini dicap bahwa semua ular berbisa dan berbahaya.
“Banyak juga sekolah yang ngundang untuk memberikan edukasi. Di acara pramuka juga diundang untuk beri pemahaman tentang mana ular yang bisa dipelihara dan mana yang tidak. Juga seputar mitos ular yang katanya takut pada garam,” kata lelaki yang bekerja di sektor pariwisata ini.
Ular peliharaanya juga pernah disewa untuk pembuatan film yang bergenre horor.
“Pernah disewa untuk pembuatan film, salah satunya film Leak (Penangkeb) dan disewa bule untuk bermain film luar. Sering juga ikut event pameran reptil, ke hotel, mall, maupun di acara pekawinan,” katanya.
Sebagai seorang pemelihara sekaligus pawang ular ini, ia juga sering diminta oleh tetangganya menangkap ular yang masuk ke dalam rumah.
Walaupun sudah terbiasa dengan ular dan ularnya dianggap jinak, namun rasa waspada selalu ada.
“Saat masa kawin atau saat birahi ular jadi lebih agresif dengan manusia. Sehingga pemilik juga harus ekstra hati-hati. Kita bukan sekadar memelihara, tapi mengenal karakter ular itu. Semakin lama semakin tahu jenis karakternya,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketut-oka-widhiartana-bersama-ular-peliharaanya.jpg)