Serba Serbi

13 Upacara yang Mesti Dilaksanakan Orang Bali, Dari Dalam Kandungan hingga Meninggal

Kehidupan masyarakat di Bali khususnya yang beragama Hindu tidak lepas dari yang namanya upacara yadnya.

13 Upacara yang Mesti Dilaksanakan Orang Bali, Dari Dalam Kandungan hingga Meninggal
Tribun Bali / Putu Supartika
Ilustrasi upacara yadnya 

Selain itu upacara ini juga bertujuan agar manik atau jabang bayi diproses jadi waras, tidak mudah keguguran, lebih kuat menempel di dalam rahim dan kelangsungan hidup bayi terjamin. 

"Juga bertujuan untuk membersihkan serta memberi keselamatan jiwa si bayi agar beguna bagi masyarakat dan keluarga. Untuk keselamatan diri si ibu, dan agar lancar melahirkan. Upacara ini merupakan upacara pertama saat manusia masih berbentuk janin, yang juga merupakan upacara rohaniah supaya jadi orang berguna di masyarakat kelak jika sudah lahir di dunia," imbuh Ida.

Rangkaian atau eedan upacara magedong-gedongan yaitu, dimulai dengan si ibu yang sedang hamil mandi di kamar mandi atau di sungai.

Saat mandi ini menggunakan bunga sembilan macam.

Usai mandi, si ibu natab banten yang berisi nasi wong-wongan (orang-orangan).

"Nasi itu lantas dihanyutkan di sungai atau kali untuk meminta restu kepada Bhatara Wisnu agar saat melahirkan selamat rahayu," kata Ida.

Kemudian dilanjutkan dengan penglukatan yang dilakukan oleh sulinggih.

Penglukatan ini menggunakan air suci yang berisi bunga 11 macam dengan tujuan agar si ibu beserta cabang bayinya bersih secara jasmani maupun rohani.

"Sehabis penglukatan barulah dilanjutkan dengan metataban (natab) banten megedong-gedongan," lanjut Ida.

Saat upacara inti, menggunakan ikan, dan rumah gedong-gedongan yang terbuat dari janur yang dialasi nempeh.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved