Kronologi Gede Rai Meninggal Digigit Anjing Rabies, Firasat Aneh Sang Ibu: Minta Sembahyang Bersama

Suasana duka yang mendalam masih dirasakan Anak Agung Gede Ngurah Yasa (56) dan istrinya Anak Agung Istri Anom Putri Asih

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Eka Mita Suputra/Istimewa
AA Ngurah Yasa, ayah dari korban rabies AA Gede Rai, mendengar penjelasan petugas Keswan Dinas Pertanian Klungkung di rumahnya Banjar Peninjoan, Desa Paksebali, Klungkung, Senin (20/5/2019). Inzet: Korban AA Gede Rai Karyawan semasa hidup. 

Keesokan paginya, kondisi Gede Rai semakin parah. Selain sesak, ia juga mulai tidak bisa meneguk air.

Saat dibawa ke RSUD Klungkung, pemuda yang akrab dipanggil Ode ini kerap mengamuk.

Pihak keluarga kemudian memulangkan paksa Gede Rai. Mereka mengira Ode mengamuk karena kesurupan.

Keluarga pun membawanya ke balian (pengobatan alternatif) di wilayah Banjarangkan. Padahal ketika itu korban mengalami aero phobia.

"Balian-nya lalu meminta anak saya agar dibawa ke mantri di Tegal Besar, Desa Negari. Di sinilah lalu anak saya dikatakan kena rabies, dan diminta ke rumah sakit," ungkap Ngurah Yasa.

Setelah dibawa kembali ke RSUD Klungkung, Minggu (19/5) pukul 18.00 Wita, kondisi Gede Rai semakin parah. Ia harus diikat di bed, karena terus berontak akibat fobia angin.

Selain sesak, Gede Rai juga sempat muntah-muntah.

Setidaknya 20 kali pemuda berbadan kurus ini muntah. Ia kemudian menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (19/5) pukul 20.19 Wita.

Kepergian Gede Rai meninggalkan luka mendalam bagi kerabat dan rekan-rekannya.

Malam saat Ode meninggal dunia, rekan-rekannya tampak datang ke UGD RSUD Kungkung. Mereka sempat histeris sahabatnya meninggal secara tiba-tiba.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan Gede Rai terjangkit rabies.

Namun sekitar dua tiga bulan lalu, rekan-rekannya sempat mengatakan Gede Rai tergigit anak anjing di sekitar Objek Wisata Kali Unda.

"Banyak temannya yang lihat. Ada anak anjing yang dibuang ke Kali Unda, karena mengigit majikannya juga. Anak anjing itu diambil oleh Gede Rai, dan jari tangannya digigit," ungkap kerabat korban, Anak Agung Oka.

Saat itu sebenarnya rekan-rekanya telah menasehati agar Gede Rai mencari vaksin anti rabies (VAR) karena digigit anak anjing. Namun hal ini diabaikannya, karena luka gigitan pada jarinya dianggap ringan.

"Pihak RS sudah menyarankan pasien untuk opname, namun pasien menolak. Kami minta keterangan ke keluarga dan rekan-rekannya, pasien memang menolak untuk mencari VAR karena katanya gigitanya kecil," jelas Kadis Kesehatan Klungkung, dr Ni Made Adi Swapatni, kemarin.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved