Kronologi Gede Rai Meninggal Digigit Anjing Rabies, Firasat Aneh Sang Ibu: Minta Sembahyang Bersama
Suasana duka yang mendalam masih dirasakan Anak Agung Gede Ngurah Yasa (56) dan istrinya Anak Agung Istri Anom Putri Asih
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Suasana duka yang mendalam masih dirasakan Anak Agung Gede Ngurah Yasa (56) dan istrinya Anak Agung Istri Anom Putri Asih (53) ketika ditemui di kediamannya di Banjar Peninjoan, Desa Paksebali, Klungkung, Senin (20/5) pagi.
Mata keduanya berkaca-kaca saat mengingat putra semata wayangnya, Anak Agung Gede Rai Karyawan (22), yang meninggal karena positif rabies pada Minggu (19/5) malam.
Pemuda tersebut sebelumnya tidak pernah bercerita kepada orangtuanya jika pernah digigit anak anjing di sekitar objek wisata Kali Unda di Desa Paksebali.
"Tapi teman-temannya tahu kalau anak saya pernah digigit anjing beberapa bulan lalu," ungkap Ngurah Yasa dengan nada pelan kepada awak media.
Ngurah Yasa lalu duduk di teras rumahnya, yang luasnya sekitar 3 x 3 meter. Di sebelahnya, sang istri AA Anom Putri Asih, bersimpuh sembari menunjukkan album foto Gede Rai.
Ia berusaha tegar menerima kenyataan, sembari mengenang putra semata wayangnya, yang menurutnya sangat kalem dan mudah bergaul.
Tidak banyak hal yang diucapkan wanita paruh baya itu. Ia hanya berujar dirinya sempat mengira sang anak mengalami kesurupan ketika adanya gejala aero phobia (ketakutan terkena angin).
Firasat aneh sebenarnya telah dirasakan Anom Putri.
Ketika berulang tahun pada April lalu, putranya hanya meminta hadiah ke orangtuanya untuk dapat bersembahyang bersama-sama ke Pura Dalem Ped di Nusa Penida.
"Anak saya sempat seperti orang kesurupan, makanya kami sempat bawa ke balian di wilayah Banjarangkan," ungkap Ngurah Yasa.
Sekitar pukul 10.00 Wita, kerabat mulai datang ke rumah duka untuk menyiapkan berbagai sarana upakara pemakaman Gede Rai.
Sesak Napas
Ngurah Yasa menceritakan, gejala rabies yang dialami putranya baru tampak pada Sabtu (18/5) malam.
Sekitar pukul 22.00 Wita, putranya yang sehari-hari membuat tedung agung tiba-tiba mengalami sesak napas hingga dibawa ke RSUD Klungkung.
"Sempat diperiksa karena sesak napas itu, dan kami minta pulang sekitar pukul 02.00 Wita," ungkap Ngurah Yasa.