Aparatur Desa di Klungkung Kebanyakan Masih Gaptek IT, Kadiskominfo: Evaluasi Web Desa
Kadiskominfo Klungkung, I Wayan Parna menjelaskan di Klungkung saat ini ada 56 desa/kelurahan di Klungkung dan semuanya telah memiliki website desa.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Rizki Laelani
Aparatur Desa di Klungkung Kebanyakan Masih Gaptek IT, Kadiskominfo: Evaluasi Web Desa
TRIBU-BALI.COM, KLUNGKUNG - Setiap desa di Klungkung telah memiliki website yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun.
Hanya saja hingga saat ini, website tersebut belum difungsikan secara maksimal para perangkat desa.
Selain keterbatasan jaringan, terbatasnya SDM juga masih menjadi kendala.
Kadiskominfo Klungkung, I Wayan Parna menjelaskan di Klungkung saat ini ada 56 desa/kelurahan di Klungkung dan semuanya telah memiliki website desa.
Hanya saja website itu, belum mampu dimaksimalkan untuk memberikan informasi di masyarakat.
Kebanyakan aparatur desa yang merupakan admin dari webaite desa masih gaptek dengan IT.
• BASAbali Wiki dari Indonesia Menerima Penghargaan Literasi Dunia
• Seberapa Penting Mengetahui IQ Bagi Anak-Anak? Ini Penjelasan Ni Made Trisna Susanti
• Fakta Sidang! Mencintai Pria Lebih Tua dan Jadi yang Kelima, Kenapa Wanita Surabaya Ini Dihabisi?
• Penyesalan Dul Jaelani atas Kecelakaan Renggut 7 Nyawa, Tolong Maafkan Saya, Maafkan Saya
"Konten dalam website, bahkan sangat jarang di update oleh beberapa desa. Padahal informasi yang diuplad sangat penting, menyangkut potensi desa dan bahkan laporan keuangan desa."
"Website desa kurang maksimal, karena SDM di beberapa desa juga belum memadai. Sudah beberapa kali kami wanti-wanti ke perbekel, ketika ada perekrutan aparatur desa agar persyaratanya minimal harus menguasai IT," ungkap Wayan Parna.
Selain itu, pihaknya tidak menampik jika aparatur desa yang menjalankan website juga belum inovatif dalam mengupload konten.
Informasi yang diapload di website desa sebenarnya tidak harus hal-hal yang kaku.
Namun, dapat memberikan informasi penting semisal letak bengkel terdekat, letak warung makan, dan sebagainya.
"Kami akan evaluasi lagi web desa ini. Seharusnya lebih inovatif. Misal informasi letak bengkel terdekat. Hal yang simpel, tapi informasi ini sangat dibutuhkan masyarakat," jelasnya.
Khususnya di Nusa Penida, masalah web desa juga karena terkendala terbatasnya jaringan internet.
Terlebih di empat desa yang masih ada blankspot seperti Desa Sekartaji, Desa Suana, Desa Klumpu, dan Desa Batukandik.
Namun, Diskominfo telah memberikan solusi terkait masalah ini, yakni dengan mengapload konten ketika berada di kantor desa.
"Masalah di Nusa Penida sebenarnya sudah kami berikan solusinya. Kami sudah berpesan ke setia desa yang terbatas sinyal, agar mengupload konten ketika ada urusan di kantor Camat," jelas Parna. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seorang-warga-sedang-meakses-website-desa-sekartaji.jpg)