Malu Rabies Dikatakan sebagai Proyek Tahunan, Dirjen Kementan: Hati Saya Menjerit

Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, I Ketut Diarmita berharap Bali segera bebas dari rabie

Malu Rabies Dikatakan sebagai Proyek Tahunan, Dirjen Kementan: Hati Saya Menjerit
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, I Ketut Diarmita 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, I Ketut Diarmita berharap Bali segera bebas dari rabies, karena dengan begitu tidak mengganggu image pariwisata Bali.

Diarmita mengatakan, Kementerian telah menggelontorkan dana sekitar Rp 18 milyar tahun 2019 ini untuk menangani rabies Bali supaya bisa secepatnya dilakukan vaksinasi masal di daerah yang masuk pada zona merah. Ditambah lagi Rp 5 milyar dari APBD Provinsi Bali.

Pihaknya meminta kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanggulangan rabies agar ditangani dengan serius dan secepatnya bisa selesai.

Jangan sampai ada kesan penanggulangan rabies ini hanya dijadikan ‘proyek’.

Fakta Integritas Bagi Penerima Santunan Lansia di Badung, Yuniarta: Mengantisipasi Penerima Ganda

Sinergisitas Kejaksaan-BPJS Kesehatan, Masyarakat yang Menunggak Iuran JKN-KIS Langsung Ditindak

“Karena saya ingin memberikan suatu  ‘legacy’ bagaimana  pemerintah daerah bisa memberikan jaminan kepada wisatawan yang datang ke Bali terkait keamanan dirinya,” ujar Diarmita saat menghadiri acara Kontes Ternak dan Panen Pedet di Lapangan Kapten Japa Denpasar, Jumat (13/9/2019).

Bali yang dijual adalah pariwisatanya sehingga jangan sampai sektor itu menjadi terganggu akibat rabies.

Ia mengaku merasa malu ketika rabies di Bali dikatakan sebagai proyek tahunan. 

“Tahun (2019) ini diberi Rp 18 milyar, tahun depan Rp 20 milyar, berikutnya Rp 25 milyar. Tapi progres gak ada. Jadi hati saya menjerit,” ungkapnya.

Distan Temukan 914 Hektare Sawah Tidak Produktif di Denpasar

Suguhkan Layanan Terbaik, AHM Berhasil Sabet 15 Penghargaan Contact Center

Untuk itu, Diarmita meminta kepada Kadis Peternakan lebih serius menanganinya karena terkait rabies ini, pihaknya pernah diundang oleh Kantor Staf Presiden (KSP), Menteri Kesehatan dan Menteri Agama, dan diketahui dari sekian banyak penyakit hewan, yang paling mengkhawatirkan di Bali adalah Rabies dan Japanese Enchephalitis (JE).

Menurutnya dari tahun 2008 hingga sekarang, atau hampir 11 tahun, penanganan rabies di Bali, kira-kira kalau dihitung uang yang dihabiskan negara tidak kurang dari Rp 300 milyar untuk satu penyakit itu saja.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved