Hasilkan 3,3 Ton Per Hari, Setiap RS Wajib Punya Tempat Penampungan Limbah Medis Sementara

Jumlah rumah sakit di Bali yaitu 67 unit, sedangkan puskesmas jumlahnya 120 unit. Dari 67 RS di Bali, diketahui menghasilkan limbah medis 3,3 ton

Hasilkan 3,3 Ton Per Hari, Setiap RS Wajib Punya Tempat Penampungan Limbah Medis Sementara
Dok Pribadi G.N. Surya Anaya, M.Kes
Co-founder Yayasan Bali Fokus/Nexus 3, G.N. Surya Anaya, M.Kes 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR–Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya menegaskan setiap Rumah Sakit (RS) wajib memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS) limbah medis.

Persyaratan pendirian RS memang harus memiliki izin penampungan sementara limbah medis. 

“Kalaupun belum memiliki alat pengolahan limbah medis, tetapi izin untuk penyimpanan limbah medis itu harus ada. Dia bisa bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengangkut dan melakukan pengolahan limbah,” kata Suarjaya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Sabtu (21/9/2019).

Adapun jumlah rumah sakit di Bali yaitu 67 unit, sedangkan puskesmas jumlahnya 120 unit.

Jadwal Live Streaming Pekan Ke-6 Liga Inggris 2019, Guardiola & Mаnсhеѕtеr Cіtу Punya Moral Bagus

Wayan Koster Bersyukur Rakernas Ikatan Alumni ITB Diadakan di Bali

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Teja mengatakan pembuatan TPS limbah medis harus sesuai aturan, yakni bentuknya seperti apa, cara pembuangan limbahnya bagaimana, tingginya berapa, dan apa saja yang boleh dibuang di sana.

Ia menyebut dari 67 RS di Bali, diketahui menghasilkan limbah medis 3,3 ton per hari.

Dalam TPS itu seharusnya dipisahkan antara limbah medis dengan limbah biasa. Ia mengakui di beberapa RS memang sudah memiliki TPS, namun dari pantauannya tidak berjalan optimal.

Manajemen RS berpikiran bahwa yang penting TPS sudah dibuat, selanjutnya ada pihak ketiga atau transporter yang bertanggung jawab mengambil limbah medis B3 sehingga tidak perlu membuat desain TPS luar biasa.

“(TPS) jadinya hanya sekedar dibuat karena kemudian limbahnya langsung diangkut oleh pihak ketiga. Itu masalahnya,” jelasnya.

Dapatkan Ganti Rugi dari Maskapai untuk Koper yang Hilang, Simak Caranya

Jadikan Kaderisasi sebagai Ujung Tombak, KMHDI Badung Gelar Penerimaan Anggota Baru

Sementara itu, Co-founder Yayasan Bali Fokus/Nexus 3, G.N. Surya Anaya, M.Kes menjelaskan beberapa bahaya limbah medis, pertama, ada yang bersifat kontaminan yang mana limbah tersebut masih bisa menularkan penyakit. 

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved