PD Pasar Denpasar Harap Pengelolaan Pasar Badung Gunakan Sistem Kerja Sama Pemanfaatan

Ada dua opsi pengelolaan Pasar Badung yang bisa diambil oleh PD Pasar, yakni penyertaan modal atau kerja sama pemanfaatan.

PD Pasar Denpasar Harap Pengelolaan Pasar Badung Gunakan Sistem Kerja Sama Pemanfaatan
Tribun Bali/Putu Supartika
Suasana Pasar Badung beberapa waktu lalu 

"Kami harus kejar keuntungan Rp 7.5 miliar agar bisa pak pok, karena rugi laba perusahaan dihitung setelah dipotong beban penyusutan," katanya.

Sementara itu, jika menggunakan pola kerja sama pemanfaatan pengelolaan, artinya aset tetap milik Pemkot Denpasar tetapi dikerjasamakan pengelolaannya kepada PD Pasar.

Artinya, setiap pungutan yang dilakukan di Pasar Badung otomatis akan disetorkan langsung dengan persentase tertentu setelah ada kesepakatan.

"Contoh, kami melihat potensi yang ada di Pasar Badung Rp 7.5 miliar sampai Rp 8 miliar saat ini, nantinya bisa Rp 9 miliar hingga Rp 10 miliar, artinya kalau 30 persen disetorkan, berarti Rp 3 miliar sudah masuk ke PAD atau ke khas daerah, sisanya kami akan jadikan pendapatan PD Pasar untuk manajemen pengelolaan," katanya.

Selain itu, setelah ada perhitungan rugi laba, jika ada laba bersih tentunya akan ada pemasukan lagi untuk PAD.

Selamat Jalan Gung Benny, Putra Gubernur Bali Pertama AA Sutedja Tutup Usia, Puri Agung Berduka

Jadwal Rerahinan Selama Bulan Oktober 2019 Beserta Makna dan Sarana Upakaranya

Kompyang kembali mencontohkan pengelolaan Pasar Badung setelah kebakaran pada tahun 2016 diserahkan dengan pola penyertaan modal senilai Rp 62 miliar.

Karena adanya temuan BPK terkait pencatatan ganda aset yang ada di PD Pasar dengan di Pemkot dan dari hasil audit disalahkan karena aset ganda.

"Akhirnya kembali dihitung ulang, diserahkanlah berupa penyertaan modal, aset-aset yang selama ini dobel pencatatan, menjadi tercatat di PD Pasar dan ini kena beban penyusutan 5 persen atau hampir Rp 3.5 miliar sehingga kami tidak bisa memberikan kontribusi ke PAD," tuturnya.

Padahal sebelum kebakaran, pihaknya selalu bisa memberikan kontribusi ke PAD.

Selain itu, dampak dari penyertaan modal dengan penyusutan ini hingga tahun 2018 dan 2019 ini, pihaknya belum bisa berkontribusi untuk PAD Kota Denpasar.

Brakk! Diduga Mengantuk Pikap Tabrak Suzuki Ertiga di Melaya Jembrana, Begini Kondisi Korban

Aiptu Pariadi & Istrinya Tewas Mengenaskan dengan Luka Tembak, Paelan: Cucu Datang Kek Lihat Bapak

"Walaupun perhitungan rugi laba kami di RKAP Perubahan 2019 ini kami sudah memperoleh keuntungan Rp 1.5 miliar. Kalau tida ada beban penyusutan, tidak diserahkan penyerahan modal, kami kira sudah bisa memberikan keuntungan walaupun dalam kondisi Pasar Badung kebakaran," jelasnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved