Penjelasan Bupati Bangli yang Hitung Debit Air Mengalir ke Kabupaten Lain untuk 'Diperhitungkan'

Menurut Made Gianyar, cara demikian mampu membuat petani di sekitar makmur, sebab saat musim kemarau pun kebutuhan pengairan masih tercukupi.

Penjelasan Bupati Bangli yang Hitung Debit Air Mengalir ke Kabupaten Lain untuk 'Diperhitungkan'
TRIBUN BALI/MUHAMMAD FREDEY MERCURY
Bupati Bangli, Made Gianyar saat meninjau sumber air di Tukad Krisik, Rabu (9/10/2019). Penjelasan Bupati Bangli yang Akan Hitung Debit Air Mengalir ke Kabupaten Lain untuk 'Diperhitungkan' 

Penjelasan Bupati Bangli yang Akan Hitung Debit Air Mengalir ke Kabupaten Lain untuk 'Diperhitungkan'

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Keseriusan bangli menuntut kontribusi dari kabupaten lain atas pemanfaatan air, ditindaklanjuti dengan pendataan ke sejumlah sumber mata air.

Bupati Bangli, Made Gianyar bahkan menegaskan, ke depan akan memasang water meter untuk memastikan berapa debit air yang dimanfaatkan PDAM di kabupaten tetangga.

Penjajakan pada hari Rabu (9/10/2019), dimulai dari sumber mata air di Tukad Krisik, Banjar Tembuku Kelod, Desa Tembuku.

Sumber air di tempat tersebut tertampung di Dam Giri, yang digunakan untuk irigasi di wilayah Klungkung.

Menurut Made Gianyar, cara demikian mampu membuat petani di sekitar makmur, sebab saat musim kemarau pun kebutuhan pengairan masih tercukupi.

Persebaya U-20 Tembus Final Liga 1 U-20, Kini Menanti Lawan

Ini Nama Sejumlah Pejabat Nasional yang Akan Hadiri Upaca Ngaben Mendiang Onik Linggih

Pasukan Hijau Diupah 10.806/Jam, Ini Klarifikasi DLHK Denpasar Lantaran di Bawah UMR

“Sekarang apabila berbicara pasal 33 ayat 3 UUD 1945 bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bangli sebagai sumber air bisa ikut makmur apabila berpatokan pada PP 46 tahun 2017, terkait dengan instrument ekonomi lingkungan. Dimana dalam PP tersebut bahwa kabupaten yang memanfaatkan jasa lingkungan dari kabupaten lain, ada kewajiban memberikan kontribusi berupa imbal jasa. Salah satunya imbal jasa air bersih ini,” jelasnya.

Kata Made Gianyar, selama ini sudah ada kerja sama antar-desa untuk pemanfaatan air Bangli dengan kabupaten lain.

Ada juga yang telah memberikan kontribusi seadanya kepada desa, serta ada juga yang tidak.

Karena sumber daya air merupakan penguasaan negara dan sudah diatur oleh PP 46, pihaknya mengaku telah menyampaikan pada Gubernur, mengingat Bangli menjadi daerah konservasi.

Di lain sisi, Made Gianyar juga berkomitmen akan terus mengunjungi sumber-sumber air yang tercatat dimanfaatkan kabupaten lain.

Hal itu untuk memastikan ketersedian sumber air Bangli untuk kabupaten lain.

Di samping itu, memantapkan kembali agar Bangli mendapat kontribusi dari provinsi dan kabupaten/kota lain.

“Apabila sudah mendapat kontribusi, kita akan tanami pepohonan di daerah aliran sungai sehingga kualitas airnya semakin baik,” ucap bupati yang sempat viral dengan ancaman nguruk sungai dengan sampah ini. (*)

Nick Kuipers ke Bali untuk Ulang Tahun, Manajemen Persib Justru Beri Keterangan Begini

Kalah Jumlah Sopir Truk Mengalah Saat Dirampok 5 Orang, Namun Hal Ini Terjadi di Gerbang Tol

Jokowi Wajibkan Pejabat Berbahasa Indonesia Saat Pidato di Forum Internasional, Ini Perpres-nya

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved