Gula Merah Dawan Tersohor dengan Cita Rasanya, Banyak yang Oplosan di Pasaran
Bahkan kelezatan dan kualitas gula merah buatan warga di Banjar Kawan, Desa Besan ini sudah sangat terkenal dan tersohor di Bali
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Widyartha Suryawan
Semua dilakukan secara tradisional, untuk tetap menjaga kualitas dan citarasa.
Gula merah yang diproduksi warga di Banjar Kawan sangat khas dengan memiliki tekstur lembut, lunak dan terkenal dengan rasa manisnya yang khas.
Dari segi warna, merah khas Dawan berwarna lebih coklat kekuningan.
Harga gula merah khas Dawan ini dijual Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu perkilogram.
Namun saat ini di pasaran beredar gula khas dawan oplosan, yang merusak harga pasar.
Pihak-pihak tidak bertanggung jawab, memanfaatkan kemasyuran nama gula merah khas warga di Desa Besan Dawan.
Mereka mendatangkan gula aren dari luar Bali yang berbentuk silinder. Lalu gula itu dimasak kembali, dan dicetak hingga bentuknya sangat menyerupai gula merah khas Dawan.
Saat dijual pun, gula oplosan itu menggunakan embel-embel gula merah khas Dawan.
Tersisa 15 KK
Perbekel Besan Ketut Yasa mengatakan, warga di Banjar Kawan, Desa Besan berjumlah 50 KK.
Namun hingga saat ini hanya tersisa 15 KK pembuat gula merah yang masih bertahan di Desa Besan.
Jika dibandingkan dahulu, jumlah ini jauh menyusut. Karena dulu hampir setiap KK memproduksi gula merah.
"Kendalanya sekarang, sudah tidak banyak yang bisa memanjat pohon kelapa untuk menyadap nira kelapa," ungkap Yasa
Sebelumnya pembuat gula merah ini sempat membentuk kelompok, tapi seiring berjalannya waktu anggotanya kian menyusut.
Padahal, dikatakan sering mendapat pembinaan dari Pemkab Klungkung.
"Sekarang perajin gula merah berjalan sendiri-sendiri. Peroduk mereka juga sudah sangat terkenal dengan kelezatannya," ungkap Wayan Yasa. (*)