Naik Rp 200 Ribu, UMK Jembrana Tahun 2020 Rp 2.557.102

UMK Jembrana tahun 2020 sebesar Rp 2.557.102, naik Rp 200 ribu lebih dibanding tahun 2019 lalu

Naik Rp 200 Ribu, UMK Jembrana Tahun 2020 Rp 2.557.102
kompas.com
Ilustrasi uang - Naik Rp 200 Ribu, UMK Jembrana Tahun 2020 Rp 2.557.102 

Naik Rp 200 Ribu, UMK Jembrana Tahun 2020 Rp 2.557.102

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2020 sebesar 8,51 persen.

Kenaikan ini sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Dalam PP ini diatur sejumlah hal, antara lain pertama, gubernur wajib menetapkan UMP Tahun 2020.

Kedua, Gubernur menetapkan UMP dengan memperhatikan rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi.

Anak Bendesa Adat Tegal Linggah Tabanan Kecelakaan Maut, Kepala Raka Pecah Membentur Truk

UMK Badung Disepakati Rp 2.930.092, Bagaimana dengan Gianyar dan Lainnya?

Kenaikan UMP berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional 2019.

Pemprov Bali menetapkan UMP sebagai acuan UMK Kabupaten/Kota di Bali, dan Gubernur Bali Wayan Koster telah menerbitkan Surat Keputusan mengenai Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali tahun 2020 sebesar Rp 2.494.000 atau naik Rp 196.032 dari tahun 2019.

Sementara itu, UMK Jembrana tahun 2020 diusulkan Rp 2.557.102, lebih tinggi Rp 108.102 dibanding UMP Bali sebesar Rp 2.449.000.

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Jembrana telah melakukan sejumlah koordinasi terkait kenaikan UMK di Jembrana.

Ketua KSPSI Jembrana, Sukirman mengatakan, UMK Jembrana tahun 2020 diusulkan sebesar Rp 2.557.102, naik Rp 220.543 dibanding tahun 2019 lalu yaitu Rp 2.356.559.

75 Persen Perusahaan Belum Terapkan UMK, Karangasem Usulkan UMK Tahun 2020 Rp 2,5 Juta

Koster Tetapkan UMP Bali Rp 2,4 Juta, UMK Badung Jadi yang Tertinggi Sebesar Rp 2,9 Juta

Angka ini diputuskan dalam rapat Tripartit (pengusaha, buruh dan pemerintah) membahas rencana UMK Jembrana tahun 2020, yang dihadiri KSPSI di kantor Dinas Penanaman Modal Pelayaan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Jembrana, Jembrana, Bali, Senin (21/10/2019) lalu. 

Di mana dalam rapat tersebut telah disepakati besaran UMK Jembrana sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 terkait Pengupahan pasal 42, dengan mengacu pada parameter kenaikan PDB sebesar 5,15 persen, dan inflasi nasional sebesar 3,39 persen.

"Ya, kemarin sudah diusulkan melalui Gubernur. Kita (Jembrana) ada di atas UMP, dan memang harus di atas UMP."

"Tetapi untuk tahun 2020, Jembrana harus melakukan survei kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai parameter dasar penetapan UMK tahun 2021," jelasnya.

(*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved