Belum Siap Menjadi Lelaki, Putri Natasiya Batal Jadi Ahmad, Hakim Langsung Tutup Persidangan

Putri Natasiya (19) batal mengganti kelamin dan mengubah identitasnya menjadi laki-laki lewat operasi ganti kelamin

Belum Siap Menjadi Lelaki, Putri Natasiya Batal Jadi Ahmad, Hakim Langsung Tutup Persidangan
Suara.com
Kuasa hukum Putri Natasiya, Irwan Santoso SH menunjukkan surat kuasa permintaan kliennya untuk pembatalan penetapan perubahan status kelamin.

2. Infeksi saluran kemih (ISK)

Mengingat operasi dilakukan pada alat kelamin, ada kemungkinan bagi bakteri untuk menyebar ke saluran kemih. Hal ini sejalan dengan sebuah survei jangka panjang yang dimuat dalam kongres PRS Global Open tahun 2016.

Beberapa pasien operasi ganti kelamin ternyata mengalami efek samping yang menyerupai gejala ISK. Di antaranya nyeri panggul, aliran urine yang lemah, susah buang air kecil, dan sering buang air kecil pada malam hari.

3. Berkurangnya kepuasan dari hubungan seksual

Meski operasi ganti kelamin telah dilakukan sedemikian rupa untuk membuat bentuk organ intim menyerupai aslinya, hasilnya tentu tidak akan sesempurna organ genitalnya yang asli.

Orang-orang yang melakukan operasi ini biasanya akan merasakan efek samping berupa berkurangnya kenikmatan seksual jika dibandingkan dengan sebelum mereka melakukan operasi kelamin.

4. Masalah kesehatan terkait perubahan hormon

Sekitar satu tahun sebelum operasi, pasien akan menjalani terapi hormon. Laki-laki yang ingin menjalani operasi transgender perlu menempuh terapi estrogen untuk memunculkan ciri reproduksi feminin.

Sementara itu, perempuan yang ingin menjalani prosedur ini akan mendapatkan prosedur testosteron guna mendapatkan efek sebaliknya.

Kedua hormon ini tidak luput dari efek samping. Terapi estrogen bisa meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah pada paru-paru dan pembuluh darah di area kaki.

Kondisi ini tentu dapat memicu komplikasi saat pelaksanaan operasi.

Sementara itu, terapi testosteron bisa meningkatkan tekanan darah, penurunan respons tubuh terhadap insulin, dan perubahan abnormal pada jaringan lemak.

Perubahan ini tentu memicu peluang munculnya obesitas, hipertensi, serta diabetes di kemudian hari.

5. Masalah psikologis yang bisa berujung keinginan bunuh diri

Direktur ARIF, Chris Hyde, mengatakan, ada ketidakpastian tentang apakah mengubah organ intim seseorang adalah hal yang baik atau buruk.

"Masih ada sejumlah besar orang-orang yang menjalani operasi ganti kelamin tetapi tetap trauma, sering sampai pada titik melakukan bunuh diri," katanya.

ARIF yang memberi saran kepada NHS di West Midlands tentang bukti perawatan kesehatan, menemukan bahwa sebagian besar penelitian medis tentang pergantian organ intim tidak dirancang dengan baik.

Dilansir dari The Guardian, Dr Hyde menjelaskan bahwa ada tingkat ketidakpuasan yang tinggi atau bahkan bunuh diri di antara para waria setelah operasi ganti kelamin.

Penelitian dari AS dan Belanda menunjukkan bahwa hingga seperlima pasien menyesali perubahan organ intim.

Tinjauan tahun 1998 oleh Direktorat Penelitian dan Pengembangan Eksekutif NHS menemukan bahwa percobaan bunuh diri mencapai hingga 18% yang dicatat dalam beberapa studi medis tentang kasus perubahan gender.

Stigma negatif, diskriminasi, dan prasangka dari orang lain juga turut memperburuk kondisi psikologis pasien. Akibatnya, pasien menjadi rentan terhadap gangguan kecemasan, depresi, dan trauma pasca kejadian traumatis.

Menjalani operasi ganti kelamin merupakan suatu langkah yang besar dalam hidup. Pasien harus memiliki pemahaman menyeluruh terkait prosedur operasi, terapi hormon, risiko, serta berbagai komplikasi yang dapat terjadi.

Oleh sebab itu, tahapan sebelum melakukan operasi kelamin sangatlah panjang, mulai penilaian kesehatan mental, pencatatan terhadap perilaku sehari-hari, serta ‘tes’ dalam kehidupan nyata.

Tes bertujuan memastikan pasien benar-benar ingin mengubah peran gender dan alat kelaminnya, termasuk siap menghadapi dampak yang akan dihadapi sesudahnya, baik secara fisik maupun mental. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved