Penembakan di Gianyar Bali

Korban Penembakan Brutal di Gianyar Bingung Mengapa Dijadikan Sasaran, Sering Ditantang Berkelahi

Belum lama ini, ada seorang warga Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan yang meminta bantuannya untuk menjual tanahnya pada temannya.

Korban Penembakan Brutal di Gianyar Bingung Mengapa Dijadikan Sasaran, Sering Ditantang Berkelahi
Tribunnews
Ilustrasi 

Menurut polisi penangkapan pelaku berawal, saat pihak kepolisian Polsek Sukawati mendapatkan laporan penganiayaan menggunakan senjata jenis pistol, Selasa (10/12/2019) pukul 11.30 Wita.

Polisi pun langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP), dan melakukan olah TKP, serta mengumpulkan sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut.

Saat polisi ada di TKP, korban saat itu sudah berada di RSU Ganesha untuk mengobati lukanya.

Kanit Reskrim Polsek Sukawati, IPTU Gusti Ngurah Jaya Winangun mengatakan, dari keterangan para saksi, diketahui pelakunya tinggal di daerah Batubulan, atas nama Ketut Anom.

Sekitar pukul 12.15 Wita, Anom berhasil diamankan di rumahnya, tanpa perlawanan.

“Kami amankan di rumahnya di Banjar Tegaltamu, tidak ada perlawanan sama sekali,” ujarnya.

Terkait motif penembakan tersebut, Gusti Winangun mengatakan, dipicu permasalahan jual beli-tanah.

Winangun mengungkapkan, pelaku tidak terlibat dalam organisasi apapun.

Pistol jenis air soft gun tersebut dibelinya secara online, dan dibawanya hampir setiap hari.

Terkait apakah pistol itu dibelinya sengaja untuk menembak korban, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved