Dana Pelantikan 97 Perbekel di Tabanan Disebut Minim, Disiapkan Kurang dari Rp 100 Juta

Untuk pakaian yamg akan digunakan saat pelantikan juga sudah dipersiapkan oleh desa sendiri.

Dana Pelantikan 97 Perbekel di Tabanan Disebut Minim, Disiapkan Kurang dari Rp 100 Juta
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Pelantikan Perbekel di Denpasar, Senin (11/11/2019) 

TRIBUNBALI.COM, TABANAN-Sebanyak 97 perbekel terpilih bakal dilantik pada Senin (23/12/2019) pekan depan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan.

Hanya saja, nantinya akan digelar secara sederhana, menyusul anggaran dari pemerintah yang disebut sangat cekak. 

Sejumlah perlengkapan seperti baju saat acara juga diminta disiapkan oleh pihak desa masing-masing.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Tabanan, Roemi Listyowati menyebutkan pelantikan 97 Perbekel terpilih di Kabupaten Tabanan ini menyusul seluruh berkas pemilihan sudah lengkap dan tak ada masalah lagi.

Karena itu waktu pelantikan para perbekel tersebut sudah bisa ditentukan yakni pada Senin (23/12/2019) pekan depan.

Dia menyatakan acara pelantikan akan dikemas secara sederhana dan menggunakan dana seadanya. 

"Kita kemas sederhana, namun tanpa mengurangi makna (pelantikan). Ini karena anggaran pelantikan memang terbatas. Tapi angka pastinya saya kurang hafal, yang jelas tidak sampai Rp 100 juta," Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Tabanan, Roemi Listyowati.

Dua Banjar di Tabanan Ini Diguyur Hujan Es di Siang Bolong, Warga: Seperti Batu Jatuh

Mahfud MD Ungkap Cerita Soal Gagalnya Jadi Cawapres Jokowi, Sebut Gus Dur hingga Golkar

Angin Barat Tiba, Serbuan Sampah Plastik dan Rumput Laut Penuhi Pantai Kuta dan Seminyak

Dia melanjutkan, segala persiapannya sudah dilakukan termasuk telah bersurat kepada semua penjabat perbekel di 97 desa tersebut.

Kemudian untuk pakaian yamg akan digunakan saat pelantikan juga sudah dipersiapkan oleh desa sendiri. 

"Untuk besaran anggaran pakaian pelantikan itu berdasarkan RAB mereka, yang jelas kami hanya memberkan arahan model disurat yang kami sampaikan, ini agar desa mandiri," terangnya.

Roemi juga berpesan, agar nantinya para perbekel yang dilantik mengemban tugas dengan baik ke depannya.

Kemudian, perbekel yang telah dilantik nantinya juga dituntut mampu menggali dan mengembangkan potensi yang ada di desanya masing masing, agar menjadi sumber pendapatan asli desa. 

50 Desa di Bali Ini Berpotensi Longsor Saat Musim Hujan, Ini Rincian Wilayahnya

Sejumlah Kepala Daerah Diduga Punya Rekening di Kasino Luar Negeri, Nilainya Puluhan Miliar

Bali Peringkat 3 Kerukunan Agama di Indonesia, Ini Tradisi yang Cerminkan Kerukunan di Pulau Dewata

Dia juga mengingatkan kepada perbekel yang baru ini untuk menjaga komunikasi serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Tabanan.

Hal ini diingatkan agar jangan sampai langkah yang diambil ini berujung pada kasus hukum, yang pada akhirnya akan merugikan perbekel sendiri serta pihak desa.

"Tak kalah penting juga adalah koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintahan desa dengan kabupaten. Jika ada kendala seringlah berkonsultasi dan berkoordinasi agar tidak sampai meninbulkan permasalaham hukum di kemudian hari," tandasnya. (mpa)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Huda Miftachul Huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved