Ketenagakerjaan di Bali Menurun, Berdampak Peningkatan Tingkat Pengangguran
Secara umum kondisi sektor ketenagakerjaan Provinsi Bali pada Agustus 2019 menunjukkan kinerja menurun
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Ketenagakerjaan di Bali Menurun, Berdampak Peningkatan Tingkat Pengangguran
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan kajian ekonomi regional oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (KPwBI) Bali, menunjukkan bahwa secara umum kondisi sektor ketenagakerjaan Provinsi Bali pada Agustus 2019 menunjukkan kinerja menurun.
Jika dibandingkan Agustus 2018, sebesar 2,34 persen (yoy) atau menjadi 2,47 juta orang, lebih rendah dibanding Agustus 2018 yang tumbuh 3,73 persen.
"Kondisi ini juga diikuti menurunnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi sebesar 73,87 persen, di Agustus 2019, lebih rendah dibanding Agustus 2018 sebesar 76,78 persen," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Jumat (20/12/2019).
Hal ini, kata dia, berdampak pada meningkatnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Hasil Survei Konsumen (SK) menunjukkan bahwa indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja pada triwulan IV-2019 mengalami peningkatan, mengindikasikan adanya peningkatan kondisi ketenagakerjaan pada triwulan IV 2019.
• Kekurangan Anggaran Hingga Rp 11 Miliar, Jamkesda Bangli Hanya Cukup Sampai September 2019
• Beberapa Cara Yang Bisa Dilakukan Untuk Menjadi Ayah Terbaik
Angka Kemiskinan Provinsi Bali pada Maret 2019 tercatat sebesar 3,79 persen, menurun dibanding Maret 2018 yang sebesar 4,01 persen.
Sejalan dengan kondisi tersebut, gini ratio Provinsi Bali juga mengalami penurunan dari 0,377 pada Maret 2018 menjadi 0,366 pada Maret 2019.
Sementara itu, indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali, yang menjadi salah satu indikator tingkat kesejahteraan petani, menunjukkan peningkatan pada triwulan III 2019 yaitu sebesar 103,49.
Lebih tinggi dibanding triwulan III-2018 yang sebesar 103,32.
Kondisi ini mengindikasikan terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Walau demikian, Trisno yakin ekonomi Bali ke depan akan terus meningkat.
"Seiring dengan berlanjutnya pengerjaan beberapa proyek konstruksi dan infrastruktur, masuknya periode puncak panen tanaman bahan makanan dan perayaan HBKN, mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali pada triwulan I-2020 yang diperkirakan dalam kisaran 5,6-6 persen (yoy), meningkat dibanding prakiraan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2019," sebutnya.
• Alasan Coba Motor Baru, Sukrawan Larikan KLX dari Showroom
• FOTO-FOTO Hari Raya Tumpek Landep di Bali
Dari sisi permintaan, meningkatnya kinerja ekonomi Bali tersebut didorong meningkatnya kinerja komponen utama ekonomi Bali.
Adanya beberapa periode HBKN di periode laporan berupa dampak lanjutan perayaan tahun baru dan perayaan Imlek, yang berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisman Tiongkok, mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor LN, khususnya jasa.
Sejalan dengan hal tersebut, meningkatnya optimisme pelaku usaha sejalan dengan prakiraan berlanjutnya penurunan tingkat suku bunga kredit perbankan dan kebijakan pemerintah terpilih yang telah terkonfirmasi oleh pelaku usaha, serta berlanjutnya pengerjaan proyek konstruksi dan infrastruktur, berpotensi mendorong kinerja investasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-perwakilan-bank-indonesia-provinsi-bali-trisno-nugroho2.jpg)