Cek Pengerjaan Gedung Hemodialisa, Suwirta Heran Masih Ada Warga Klungkung Belum Punya BPJS

Saat menyapa pasien, Bupati Suwirta dibuat heran karena masih ada pasien asal Klungkung yang belum memiliki BPJS Kesehatan

Cek Pengerjaan Gedung Hemodialisa, Suwirta Heran Masih Ada Warga Klungkung Belum Punya BPJS
Pemkab Klungkung
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengecek mesin Hemodialisa di RSUD Klungkung, Rabu (25/12/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Rabu (25/12/2019) mengecek pengerjaan gedung Hemodialisa di RSUD Klungkung.

Tahun ini, RSUD Klungkung menambah 18 mesin Hemodialisa untuk melayani masyarakat cuci darah.

Gedung hemodialisa yang merupakan CSR dari salah satu perusahaan distributor alat kesehatan, sudah tampak selesai digarap.

Namun sejumlah buruh bangunan masih tampak sedang melakukan pengerjaan finising.

Sementara alat cuci darah pengadaan RSUD Klungkung yang berjumlah 18 unit pun, sudah tiba dan tinggal dilakukan instalasi.

Rencananya gedung Hemodialisa ini akan dibuka Pemkab Klungkung, Selasa (31/12/2019) mendatang.

Banda Aceh Mulai Kerahkan Satpol PP Kawal Larangan Perayaan Tahun Baru 2020

Pohon Beringin Raksasa yang Dikeramatkan di Munggu Badung Tumbang,Warga Tak Berani Bersihkan Kayunya

"Pengembangan ke depan, rencananya mesin cuci darah akan ditambah hingga menjadi 38 unit sesuai kapasitas ruangan," ujar Kasubag Humas RSUD Klungkung, Gusti Putu Widiyasa.

Sebelumnya, RSUD Klungkung hanya memiliki 13 unit mesin hemodialisa.

Untuk satu pasien cuci darah, harus membutuhkan waktu 6 jam mulai dari persiapan hingga tindakan.

Dengan jumlah mesin dan waktu yang dibutuhkan untuk proses cuci darah tersebut, RSUD Klungkung hanya bisa melayani sebanyak 79 pasien cuci darah reguler selama kurun waktu dua minggu.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved