Tips Sehat untuk Anda
Minum Teh Setelah Makan Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan, Ini Waktu yang Disarankan
Di balik semua kenikmatannya, ternyata minum teh setelah makan menyimpan dampak buruk bagi kesehatan tubuh
Wanita butuh lebih banyak zat besi lantaran kaum hawa berisiko kehilangan zat besi saat menstruasi.
Alasan tidak dianjurkan minum teh saat makan lainnya adalah dapat berisiko mengurangi ketersediaan katekin dalam tubuh.
Katekin adalah senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan, termasuk teh, yang berperan penting dalam berbagai fungsi fisiologis tubuh.
Waktu yang disarankan untuk minum teh
Jika tidak disarankan untuk minum teh saat makan, lantas kapan sebaiknya waktu terbaik untuk minum teh?
Apabila ingin minum teh setelah makan, sebaiknya beri jeda kira-kira hingga satu jam lamanya.
Ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki riwayat kekurangan zat besi.
Selain itu, jika tidak mengonsumsi daging merah dan sedang menjalani diet vegetarian, maka waktu terbaik untuk minum teh adalah terpisah alias tidak saat makan.
Hal tersebut bertujuan untuk menghindari gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh.
Apabila ingin minum teh setelah makan, kita bisa memilih mengonsumsi teh hijau atau teh jahe.
Pasalnya, kedua jenis teh tersebut diyakini dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan tidak berdampak pada penyerapan zat besi layaknya teh hitam.
Bagi yang tidak memiliki riwayat kekurangan zat besi dan ingin minum teh setelah makan, sebaiknya seimbangkan asupan makanan kaya zat besi dan vitamin C guna membantu penyerapan zat besi dalam tubuh menjadi maksimal.
Sementara, bagi yang memiliki riwayat kekurangan zat besi atau kondisi kesehatan lainnya sebaiknya membatasi minum teh saat makan.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Meski Nikmat, Minum Teh Setelah Makan Bukan Kebiasaan yang Sehat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-teh-hangat.jpg)