Tip Sehat untuk Anda

Asam Lambung Sering Kambuh? Ini 11 Makanan yang Harus Dihindari dan 4 yang Dianjurkan

Saat asam lambung kambuh, biasanya muncul gejala mulas dan nyeri di perut bagian atas. Selain itu, juga memicu sensasi panas di dada, mulut terbakar,

kompas.com
Ilustrasi 

4. Kafein dalam kopi

Kopi menjadi minuman yang banyak dicari orang-orang, tapi tahukah Anda jika kafein yang terkandung dalam kopi dapat melemahkan otot pada katup kerongkongan bagian bawah.

Hal inilah yang dapat meningkatkan asam lambung dan naik kembali ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman ataupun sakit perut.

5. Soda

Selain membuat perut terasa kembung, soda dan minuman berkarbonasi dapat memicu peningkatan asam lambung dan menjadi sumber awal kemunculan maag.

6. Alkohol

Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Zhejiang University Science B, mengungkapkan alkohol dapat membuat otot pada katup kerongkongan menjadi lemah.

Selain itu juga memicu rasa terbakar pada dada (heartburn), karena kenaikan asam lambung termasuk bir dan anggur.

7. Makanan pedas

Makanan pedas menjadi favorit banyak orang, mungkin Anda juga menjadi salah satunya yang menyukai makanan pedas.

Makanan pedas yang biasanya diolah dari cabai, memiliki kandungan zat bernama capsaicin di dalamnya.

Capsaicin ini dapat memperlambat kerja sistem pencernaan, dan otomatis proses pencernaan makanan pun memakan waktu yang lebih lama, sehingga pada orang yang sedang mengalami maag akan semakin memperburuk kondisinya.

Selain itu, makanan pedas dapat menimbulkan iritasi pada lapisan kerongkongan, yang buruknya bisa sampai meradang.

8. Makanan asin

Menghindari makanan asin bukan hanya untuk mencegah hipertensi, melainkan Anda sebaiknya menghindari makanan asin karena dapat memicu kenaikan asam lambung.

9. Buah citrus seperti jeruk

Penelitian yang dimuat dalam The Korean Journal of Gastroenterology, dari 328 orang yang mengeluhkan rasa terbakar pada dada sebagai gejala maag, sebanyak 67 persen diantaranya mengalami keparahan gejala setelah mengonsumsi jeruk.

Jeruk, lemon, jeruk nipis maupun jeruk bali adalah berbagai buah-buah yang termasuk ke daam kelompok citrus.

10. Tomat

Ketika mengonsumsi tomat dalam jumlah terlalu banyak, kandungan asam sitrat dan asam malat yang ada di dalam tomat bisa memengaruhi sistem pencernaan, serta memicu kenaikan asam lambung.

11. Bawang

Segala bentuk bawang, baik bawang merah, putih, atau bombay, bisa membuat otot pada kerongkongan bagian bawah melemah, sehingga membuat asam lambung bisa dengan mudah naik kembali ke kerongkongan.

Meski begitu, makanan pemicu asam lambung naik dapat berbeda antara satu orang dengan orang lain.

Untuk mengetahui makanan apa yang bisa memicu asam lambung Anda naik, cobalah untuk menghilangkan makanan di atas dari piring Anda dan melihat apakah gejalanya membaik atau tidak.

Makanan yang dianjurkan

Penelitian pada 2013 terhadap lebih dari 500 orang menemukan beberapa makanan yang dapat mengurangi gejala GERD.

Makanan itu antara lain:

1. Protein rendah kolesterol

Sebagai contoh salmon, almond, unggas tanpa lemak, dan kacang-kacangan.

Karbohidrat tertentu Karbohidrat di sini bisa ditemukan di buah-buahan, sayuran, kentang, dan beberapa biji-bijian.

2. Vitamin C

Makanan kaya vitamin C yang terkandung dalam buah dan sayuran juga dapat mengurangi gejala GERD.

3. Buah kaya serat, magnesium, dan potasium

Buah-buahan yang menagndung ketiga hal itu antara lain buah beri, apel, pir, alpukat, melon, persik, dan pisang

4. Sayuran hijau

Sebagai contoh brokoli, bayam, kangkung, dan asparagus.

Penelitian juga menunjukkan bahwa makanan tinggi serat, terutama serat larut, dapat membantu mengurangi gejala GERD. (*)

Langganan berita pilihan tribun-bali.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/TribunBaliTerkini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Punya Asam Lambung, Makanan Apa yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari?", https://sains.kompas.com/read/2020/01/06/173300023/punya-asam-lambung-makanan-apa-yang-harus-dikonsumsi-dan-dihindari-?page=all#page2.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved