Insentif Sulinggih hingga Pekaseh di Denpasar Dianggarkan Rp 15 Miliar

Besaran punia untuk sulinggih yakni Rp 2 juta per bulan, selain itu juga mendapat tanggungan BPJS Kesehatan kelas I

Insentif Sulinggih hingga Pekaseh di Denpasar Dianggarkan Rp 15 Miliar
Tribun Bali/I Putu Supartika
Ilustrasi Sulinggih - Insentif Sulinggih hingga Pekaseh di Denpasar Dianggarkan Rp 15 Miliar 

Insentif Sulinggih hingga Pekaseh di Denpasar Dianggarkan Rp 15 Miliar

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tahun 2020 ini, Pemerintah Kota Denpasar masih tetap memberikan punia atau insentif kepada masyarakat sesuai dengan kedudukannya.

Di Denpasar yang mendapat punia ataupun insentif ini, yakni sulinggih, pemangku kahyangan desa, pekaseh, pangliman, bendesa adat, kelian adat, dan penua pecalang desa.

Selain berupa uang, juga diberikan tanggungan BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram saat ditemui, Senin (13/1/2020), mengatakan besaran punia untuk sulinggih yakni Rp 2 juta per bulan.

Selain itu juga mendapat tanggungan BPJS Kesehatan kelas I.

"Jumlah sulinggih yang menerima punia yakni 227 sulinggih. Untuk tanggungan BPJS ditanggung Pemkot untuk lanang istri (suami istri)," kata Mataram.

Diterawang Paranormal, Ashanty Sempat Syok Dengar Perkataan Panglima Langit Soal Santet

Bulan Lahir Ungkap Karakter Tersembunyimu: Januari Si Ambisius, Maret Penyabar, Bagaimana Denganmu?

Mataram mengatakan, begitu melaksanakan upacara Dwijati dan mendapat SK dari PHDI langsung mendapat punia ini.

"Begitu dapat SK dari PHDI langsung dapat punia," katanya.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved