Kecelakaan di Tabanan

Orangtua Pengendara Mobil yang Menabrak Pekak Mayun Akhirnya Menjenguk ke RSUP Sanglah

Keluarga pengendara mobil yang menabrak I Nyoman Mayun alias Pekak Mayun akhirnya menjenguk ke RSUP Sanglah

Orangtua Pengendara Mobil yang Menabrak Pekak Mayun Akhirnya Menjenguk ke RSUP Sanglah
Tribun Bali/Rino Gale
Anak kedua korban, I Made Nuratayasa (37) saat ditemui di ruang perawatan luka bakar RSUP Sanglah, Senin (13/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keluarga pengendara mobil yang menabrak I Nyoman Mayun alias Pekak Mayun akhirnya menjenguk ke RSUP Sanglah, Denpasar, Bali Senin (13/1/2020) kemarin.

Mereka mengajak keluarga Pekak Mayun untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan alias menghentikan proses hukum kasus tersebut.

"Kemarin orang tuanya sudah ke sini. Saya diajak damai. Tapi saya masih pikir-pikir dulu apakah damai atau tetap proses hukum. Belum saya putuskan," kata anak kedua Pekak Mayun, I Made Nuratayasa (37) saat ditemui di luar ruangan perawatan luka bakar RSUP Sanglah, Selasa (14/1/2020).

Identitas Kerangka Bergelang Pasien di Klungkung Masih Misterius, Polsek Tunggu Hasil dari Unud

Kejiwaan Vina Garut Kian Memprihatinkan, Woman Crisis Center Diminta Turun Tangan

Kondisi Terkini Pekak Mayun, Korban Kecelakaan yang Terbakar Bensin Bawaannya 

Nuratayasa mengaku tak terlalu memfokuskan untuk masalah hukum kasus tersebut.

Ia saat ini mengaku fokus untuk menangani ayahnya yang mengalami luka bakar di hampir seluruh tubuhnya. 

"Saya bilang kemarin, saya belum bisa bahas itu, saya hanya memikirkan bagaimana mengobati bapak saya," tuturnya

Untuk proses penyembuhan, Pekak Mayun diharuskan untuk rirawat inap selama beberapa bulan di RSUP Sanglah.

Biaya yang harus dikeluarga diperkirakan ratusan juta.

BREAKING NEWS - Seorang Kakek di Singaraja Setubuhi Anak SD Lebih dari 20 Kali

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Bali dan Riau Jadi Daerah Keenam untuk Pembangunan Rendah Karbon

"Saya bingung mikirin biayanya ini. Mudah-mudahan bisa ditanggung BPJS atau Jasa Raharja ini," keluh Nuratayasa

Hingga selasa siang, Pekak Mayun belum juga sadarkan diri.

Menurut informasi dari dokter yang menangani, kondisi dalam tubuh Pekak Mayun masih normal.

Namun luka bakar yang dideritanya mencapai 80 persen dari tubuhnya sehingga memerlukan perawatan yang cukup lama. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved