44 Produk Ilegal di Jembrana Ditindak Loka Pom Buleleng, Paling Banyak Komestik Tanpa Izin Edar

Loka Pom Buleleng, sepanjang tahun 2019 melakukan sejumlah penindakan terkait pelanggaran produk obat dan makanan di Jembrana

Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Pers Rilis kasus obat dan makanan produk tanpa izin edar di Kantor PLUT Jembrana oleh Loka POM Buleleng, Jembrana, Bali, Senin (20/1/2019). 44 Produk Ilegal di Jembrana Ditindak Loka Pom Buleleng, Paling Banyak Komestik Tanpa Izin Edar 

44 Produk Ilegal di Jembrana Ditindak Loka Pom Buleleng, Paling Banyak Komestik Tanpa Izin Edar

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - 44 Ilegal Ditindak Loka Pom Buleleng, Paling Banyak Komestik Tanpa Izin Edar

Loka Pom Buleleng, sepanjang tahun 2019 melakukan sejumlah penindakan terkait pelanggaran produk obat dan makanan di Jembrana.

Ada sekitar 44 Jenis produk mulai dari obat keras, kosmetik ilegal hingga obat tradisional yang ditindak dari sejumlah tempat di Bumi Makepung Jembrana.

Hal itu diketahui melalui pers rilis di kantor PLUT Kabupaten Jembrana, Jalan Ngurah Rai, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Senin (20/1/2019).

Loka POM Buleleng Sita Komestik Senilai Rp 247 Juta Tanpa Izin Edar

BBPOM Denpasar Bina 8 Pasar Tradisional di Bali, Upaya Pengawasan Peredaran Pangan Berbahaya

Kepala Loka POM di Buleleng Made Ery Bahari Hantana, mengatakan penindakan penjual ada yang sampai masuk ranah hukum.

Diakui pihaknya memfokuskan beberapa hal terkait pelanggaran obat dan makanan.

Di antaranya, sarana produksi, sarana distribusi (salon, rumah sakit, apotek, toko dan lain-lain), intensifikasi pengawasan dan pengawasan iklan.

Tanggapan BPOM Soal Viral Nata de Coco Mengandung Plastik

Temuan BBPOM Denpasar, Jajanan Tradisional Bali Banyak Mengandung Bahan Berbahaya

"Dari penindakan, kosmetik ilegal yang mendominasi," ucapnya.

Ery merinci daftar temuan produk ilegal itu, di antaranya tiga produk obat keras, pangan tanpa izin edar 14, kosmetik tanpa izin edar 17 dan obat tradisional dan suplemen kesehatan 10 produk.

Pengawasan sarana distribusi baik pangan maupun obat-obatan, dari 84 yang menjadi sasaran pengawasan, 55 di antaranya belum memenuhi ketentuan.

"Ada dua perkara yang kita lanjutkan ke hukum dan sudah putusan di pengadilan,” ujarnya.

(*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved