Wisatawan Jatuh dari Tebing Devil Tears
Wisatawan Tiongkok Tewas di Devil Tears, Pemandu Wisata Diminta Intens Awasi Tamunya
Wisatawan asal Tiongkok, Xu Xinyue (22) meninggal dunia setelah tubuhnya dihantam ombak dan terjatuh dari tebing setinggi sekitar 5 meter.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Objek wisata Devil Tears di Desa Lembongan kembali memakan korban, Selasa (21/1/2020).
Wisatawan asal Tiongkok, Xu Xinyue (22) meninggal dunia setelah tubuhnya dihantam ombak dan terjatuh dari tebing setinggi sekitar 5 meter.
Korban lalu tenggelam digulung ganasnya gelombang Samudera Hindia.
Kadispar Klungkung I Nengah Sukasta menjelaskan, wisatawan yang mengalami kecelakaan tersebut berswafoto di sisi barat tebing.
• Tambah Pengawasan, Intelkam Klungkung Awasi Postingan Rawan Konflik di Media Sosial
• Detik-detik Kapal yang Ditumpangi Wartawan Istana Terbalik Setelah Meliput Jokowi
• Sejak Diberlakukan Pemutihan, 320 Penunggak Pajak di Denpasar Lakukan Pembayaran
Lokasi itu di luar wilayah yang dibatasi pagar pengaman.
"Saat kejadian, pemandu wisata dari rombongan wisatawan ini sedang berada di mobil. Jadi wisatawan tidak terawasi," ujar Sukasta, Selasa (21/1/2020).
Sukasta pun mengimbau kepada para guide, agar intens memantau tamunya saat berwisata ke Devil Tears.
Wisatawan juga agar saling melindungi dan tidak melakukan aktivitas pada titik-titik rawan.
• 100 Anggota Brimob Polda Bali Kembali Pulang Usai Bertugas di Papua
• Kapal Pinisi Bawa Rombongan Wartawan Istana Presiden Terbalik di Labuan Bajo
• 3 Roket Hantam Area Kedubes Amerika Serikat di Irak, Suara Alarm Berbunyi Dan Imbauan Berlindung
"Mari bersama-sama menjaga keamana dan kenyamana wisatawan. Pemerintah telah berusaha memininalisir kecelakaam dengan membuat pagar pengaman dan papan peringatan. Tapi wisatawan masih ada yang abai dengan keselamatannya," jelasnya.
Total titik rawan di destinasi devil tears sepanjang sekitar 200 meter.
Titik rawan tersebut berupa tebing terjal, yang kerap menjadi lokasi wisatawan untuk berswafoto.
Tahap pertama, atau pada anggaran induk 2019 telah dipasang pagar pengaman didestinasi tersebut, sepanjang 120 meter dengan anggaran Rp 70 juta.
Pagar tersebut sudah rampung dipasang, dengan bahan kayu ulin dan tambang.
• Viral! Kronologi Leher Pemancing di Buton Terkena Moncong Tajam Ikan Marlin, Ibu Langsung Pingsan
• Naik KRL, Istri Pengusaha Kaya Raya Ini Kaget Dengar Harga Tiketnya, Begini Reaksi Nia Ramadhani
Pagar ini nantinya untuk mengalangi wisatawan mengambil foto terlalu dekat dengan bibir tebing, yang kerap kali menyebabkan kecelakaan.
Sementara pada anggaran perubahan 2019, kembali dipasang pagar pengaman sepanjang 80 meter dengan anggaran sekitar Rp 39 juta.
Bahannya pun sama, tali tambang dan kayu ulin.
"Tahun ini kami tidak lagi memasang anggaran untuk menambah pagar pengaman. Namun lebih pada penataan parkir dan pembangunan pos retribusi," jelas Sukasta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasangan-wisatawan-tampak-menerobos-pagar-pengaman-saat-berwisata-ke-destinasi-devil-tears.jpg)