Siaga Akan Bahaya Coronavirus, Pemprov Bali Siapkan 5 Ribu Tamiflu
Saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Bali sudah menyiagakan 5 ribu obat Tamiflu sebagai stok cadangan bagi layanan kesehatan jika ditemukan kasus coronav
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Kesehatan sudah mulai bersiaga jika coronavirus masuk ke Bali.
Saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Bali sudah menyiagakan 5 ribu obat Tamiflu sebagai stok cadangan bagi layanan kesehatan jika ditemukan kasus coronavirus di Pulau Dewata.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan, bahwa kebutuhan obat Tamiflu untuk coronavirus sudah mencukupi di Bali.
• Pembantu Celupkan Tangan Anak Majikan di Air Mendidih Berkali-kali, Alasannya Ingin Pulang Kampung
• Prabowo Dikritik Habis-habisan Sering ke Luar Negeri, Jokowi Beri Pembelaan Begini
• Walikota Harap Sekolah Hasilkan Wirausaha Pemula, Kebudayaan Jadi Pilar Menuju Generasi Emas
Saat ini, pihaknya telah menyediakan obat Tamiflu sebanyak 5 ribu, belum termasuk yang disediakan oleh pemerintah kabupaten dan kota.
“Obatnya kita cukup kok, tersedia obatnya,” kata Suarjaya saat dihubungi Kamis (23/1/2020).
Suarjaya mengatakan, bahwa sampai saat ini coronavirus sudah masuk ke Thailand, namun untuk Pulau Dewata masih aman.
Dirinya berharap virus tersebut tidak masuk ke Bali karena sudah melakukan pencegahan.
Sesuai dengan prosedur tetap (protap), pihaknya telah melakukan pengamanan di Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai.
• Telah Dirancang Sejak 2018, Proyek Air Minum dalam Kemasan dari PDAM Badung Tak Kunjung Terealisasi
• Beri Penghargaan ke Pegiat Bahasa, Sastra dan Aksara Bali, Pemprov Bali Akan Beri Rp 100 Juta
Usai Bakar Ilalang, Gudang Kayu di Ubud Terbakar
Pengamanan dilakukan guna mendeteksi kedatangan wisatawan dari negara yang terpapar virus tersebut, seperti Tiongkok dan sebagainya.
“Kita siapkan thermal scanner di Bandara untuk mendeteksi kalau ada wisatawan yang baru datang yang mencurigakan, yang kemungkinan terdekteksi adanya peningkatan suhu tubuhnya,” kata dia.
Jika terdapat wisatawan yang mengalami peningkatan suhu tubuh maka lebih lanjut akan diperiksa di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan mengarah pada inveksi paru, maka selanjutnya akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar untuk diisolasi dan diperiksa lebih lengkap.
• Rayakan Hari Jadi ke 25, Ace Hardware Berikan Banyak Promo Bagi Pelanggan
• Harga Melonjak, Petani di Pangsan Badung Ini Tidak Paksa Cabainya untuk Segera Dipanen
• Pemprov Bali Pastikan Pelaksanaan SKD CPNS, Dilaksanakan 7 Hari dari Januari Hingga Februari 2020
Di sisi lain, Suarjaya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik terdapat adanya isu coronavirus ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-a.jpg)