Naik Pesawat di Tengah Merebaknya Virus Corona, Ini Posisi Duduk Aman untuk Kurangi Risiko Tertular
Dengan mewabahnya virus corona Wuhan di negara-negara tetangga, Anda mungkin merasa khawatir dan malas untuk naik pesawat
Jika merujuk pada panduan Badan Kesehatan Dunia (WHO), maka batasnya adalah dua baris dari orang yang terinfeksi.
Namun, orang tidak hanya duduk diam di pesawat.
Mereka bisa jadi berjalan-jalan di pesawat untuk ke toilet atau mengambil barang.
• Akibat Virus Corona Wisman China ke Bali Turun, Pemprov Berupaya Genjot Negara Lain
• Timeless Mendunia, Super Junior Donasi Masker untuk Selamatkan Anak-anak dari Ancaman Virus Corona
Dengan mengobservasi perilaku penumpang dan kru di 10 penerbangan antarbenua dari/ke Amerika Serikat, beserta jumlah dan durasi kontak; tim peneliti FlyHealthy menemukan estimasi risiko penularan penyakit pernapasan yang lebih akurat.
Hasil yang telah dipublikasikan dalam jurnal PNAS pada 2018 mengungkapkan bahwa mayoritas penumpang pernah meninggalkan kursinya untuk ke toilet atau mengambil barang di kabin selama penerbangan.
38 persen melakukannya sekali, 24 persen melakukannya lebih dari sekali, sedangkan 38 persen sisanya duduk terus di dalam pesawat.
Orang-orang yang paling sering meninggalkan kursinya adalah mereka yang duduk di pinggir lorong pesawat (80 persen).
Ini jauh berbeda dengan mereka yang duduk di pinggir jendela, yakni hanya 43 persen.
Alhasil, orang-orang yang duduk di samping jendela paling jarang mengalami kontak dengan orang di kursi lainnya, yakni sekitar 12 kali dibandingkan 58 kali bagi penumpang di kursi tengah dan 64 kali dibandingkan penumpang di kursi dekat lorong.
Artinya, kursi yang paling minim risiko penularan penyakit adalah yang dekat jendela jika Anda duduk terus selama penerbangan.
Akan tetapi, kalaupun Anda sempat meninggalkan kursi, duduk di kursi samping jendela dan kursi tengah akan mengurangi risiko Anda tertular penyakit, bahkan ketika Anda duduk di dalam batas dua baris WHO.
Howard Weiss yang memimpin penelitian menjelaskan bahwa hal ini karena kontak manusia di pesawat biasanya sangat pendek, dimana orang yang bergerak di lorong biasanya melakukannya dengan cepat, sehingga kemungkinan penularannya pun kecil.
Namun, lain ceritanya bila yang terinfeksi adalah kru pesawat.
Tuntutan pekerjaan mengharuskan mereka lebih banyak berjalan di lorong dan berinteraksi dengan penumpang.
Seorang kru yang sakit bisa menulari 4,6 penumpang dalam satu penerbangan.
(Kompas.com/Shierine Wangsa Wibawa)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mau Naik Pesawat, Duduk di Mana agar Tak Tertular Virus Corona?