Terbukti Bersalah Buang Limbah ke Sungai, Pencemar Lingkungan di Klungkung Hanya Divonis Rp 500 Ribu

Pemilik sentra usaha pembuatan cincau di Jalan Subali, Semarapura Kelod Kangin, Klungkung, Syafrianta Ginting menjalani sidang tipiring di Pengadilan

Satpol PP Klungkung
Suasana sidang tipiring terdakwa pencemaran lingkungan di Pengadilan Negeri Semarapura, Kamis (30/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pemilik sentra usaha pembuatan cincau di Jalan Subali, Semarapura Kelod Kangin, Klungkung, Syafrianta Ginting menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Semarapura, Kamis (30/1/2020).

Majelis hakim pun menjatuhkan putusan, berupa denda Rp 500 ribu kepada terdakwa pencemaran lingkungan tersebut.

Syafrianta Ginting diadili bersama dengan I Wayan Subagiana, yang juga menjadi terdakwa pencemaran limbah ternak babi.

Keduanya dinyatakan terbukti bersalah mencemari lingkungan, dengan cara membuang limbah ke sungai.

Berulangkali Disodomi, Wanita Lumajang Baru Lapor Jadi Korban Perkosaan Ketut S, Alasan Ternyata

Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Mamungkah Pura Pasek Tohjiwa Desa Tanguntiti Selemadeg

Uji Coba Zohri di China Batal karena Virus Corona Pelatih Belum Ada Opsi Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Pada sidang tersebut, pihak Sat Pol PP melalui penyidik PNS menghadirkan saksi dan barang bukti berupa rekaman video, limbah hasil produksi cincau dialirkan langsung ke sungai.

"Tadi saat persidangan, kami sampaikan rekaman video dari warga selaku pengadu. Kami juga sudah sampaikan kepada hakim melalui saksi, bahwa keduanya melakukan pencemaran lingkungan," tegas Satpol PP Klungkung I Putu Suarta.

Kedua terdakwa pun divonis bersalah, melanggar Perda Kabupaten Klungkung Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum. Mereka divonis denda Rp 500 ribu.

Selain Miliki Riwayat Perjalanan ke China, 4 Golongan Ini Diduga Terpapar Virus Corona

Bali United Hadapai 4 Kompetisi Nasional dan Asia, Teco Fokus Perbaiki Ini di Tubuh Serdadu Tridatu

24 Orang Termasuk BPN Diperiksa Terkait Kasus Penipuan Putri Raja Arab di Bali

"Untuk putusan pengadilan, tentu kita tidak bisa ikut campur. Itu sudah sepenuhnya menjadi kewenangan hakim yang menangani,” kata Kasat Pol PP Putu Suarta.

Sehari sebelumnya, Rabu (29/1/2020) satpol PP menindak tegas sentra usaha pembuatan cincau di Jalan Subali, Semarapura Kelod Kangin, dan usaha peternakan babi di Desa Sampalan Tengah.

Janda Dibacok Mantan Suami hingga Tewas, Luka Bacok di Dada, Perut, dan Punggung

Video Kaki Tikus di Dalam Bakso Viral, Penikmat Bakso Harus Kian Waswas?

Para pemilik usaha itu, dengan sengaja membuang limbah mereka ke sungai sehingga dikeluhkan warga sekitar.

Sebetulnya keduanya sudah berkali-kali ditegur dan dibina Satpol PP, hanya saja mereka terus membandel.

Sehingga Satpol PP mengambil tindak tegas, dengan menyeret keduanya ke pengadilan.

"Saat ini kami tindakannya tipiring. Namun jika kembali membandel, akan kami bawa ke ranah pidana. Laporannya tentu ke kepolisian, karena melanggar undang-undang lingkungan hidup," tegas Putu Suarta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved