Komisi II DPRD Klungkung Minta Pemkab Evaluasi Kinerja Konsultan Pengawas

Komisi II DPRD Klungkung Minta Pemkab Evaluasi Kinerja Konsultan Pengawas

Komisi II DPRD Klungkung Minta Pemkab Evaluasi Kinerja Konsultan Pengawas
Istimewa
Anggota Komisi II DPRD Klungkung dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Klungkung menggelar rapat kerja di Kantor DPRD Klungkung, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Anggota Komisi II DPRD Klungkung dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Klungkung menggelar rapat kerja di Kantor DPRD Klungkung, Bali.

Dalam rapat kerja tersebut, anggota dewan meminta eksekutif untuk lebih tegas terhadap pemborong maupun konsultan pengawas yang masih asal-asalan dalam mengerjakan proyek di Nusa Penida.

Anggota Komisi II, I Wayan Suarta menjelaskan, beberapa ruas aspal di ruas jalan di Nusa Penida sudah mengalami kerusakan.

Padahal ruas jalan tersebut saat ini masih dalam tahap pemeliharaan.

Sekitar 30 Ekor Sapi Di Desa Ulian Kintamani Mati Mendadak

Sasar Warga Asing, Dua Pelaku Pencurian Asal Karangasem Dibekuk Polsek Kuta di Pemogan

Spesialis Pencuri di Kos-Kosan Diringkus Polsek Denpasar Barat, 4 HP Jadi Bukti Kejahatan

Komentar lebih tegas diungkapkan AA Sayang Supartha.

Anggota dewan dapil Dawan tersebut, meminta Dinas PU untuk melakukan evaluasi terhadap konsultan pengawas yang bekerja tidak maksimal.

" Minta list-list nama konsultan pengawas yang bekerja di Nusa Penida. Nanti dewan akan mengecek mereka. Seharunya jika konsultan pengawas bekerja tidak bagus, langsung diambil sikap tegas. Jika ada pengawas titipan dari rekanan harus segera evaluasi," tegasnya.

Ketua Komisi II DPRD I Wayan Misna mengungkapkan, proyek fisik di Nusa Penida sering kali pekerjaanya asal-asalan dan kerap terlambat.

Karena mengejar waktu penyelesaian, ujung-ujungnya mempengaruhi kualitas proyek. .

"Hampir setiap tahun kondisinya seperti itu, dan selalu berulang tahun," sindirnya.

Kadis PU Klungkung AA Lesmana, mengaku sudah menugaskan Bidang Bina Marga untuk menghubungi rekanan yang mengerjakan proyek jalan di Nusa Penida, dan dianggap pekerjaanya kurang baik

"Pengerjaan fisik di Nusa Penida memang lebih sulit dibandingkan Klungkung daratan.

Mulai dari proses tender dan mobilisasi bahan susah," jelas AA Lesmana. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved