Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

4 Jenis Virus Penyebab Demam Berdarah dan Karakteristiknya, Tidak Semua Ganas

“Tiap daerah di Indonesia punya karakteristik virus dengue. Bagian barat, tengah, dan timur, pada tahun yang sama memiliki karakteristik epidemi yang

AFP / LUIS ROBAYO
Nyamuk Aedes Aegypti yang diduga sebagai vektor virus Zika, difoto pada kulit manusia di laboratorium International Training and Medical Research Training Center (CIDEIM), di Cali, Kolombia, 25 Januari 2016. 

Keanekaragaman virus dengue ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor.

Termasuk iklim, kekebalan populasi, dan sifat virus dengue yang sangat mudah bermutasi.

Untuk mengantisipasi penyebarannya, perlu dilakukan pemetaan jenis virus dengue yang menjangkit daerah-daerah di Indonesia dari tahun ke tahun.

Karakteristik 4 virus dengue Tedjo menyebutkan, tiap virus dengue memiliki karakteristik yang berbeda.

“DEN-1 punya ciri khas, ketika masuk ke suatu daerah yang belum pernah terjangkit sebelumnya, virusnya sangat cepat menyebar. Namun, tidak menyebabkan penyakit parah meski kasus yang ditimbulkan banyak,” papar Tedjo.

Bagaimana dengan DEN-2 dan DEN-3? Tedjo menyebutkan bahwa kedua jenis ini merupakan jenis yang paling ganas.

Koperindag Jembrana Melakukan Pendataan, Terdapat Ratusan Produsen Arak

Progres Penanganan Banjir Bandang di Bangli Sudah Mencapai 80 Persen

“DEN-2 dan DEN-3 cenderung menyebabkan keparahan penyakit. Kalau kena, tingkat keparahannya tinggi. Hal ini terjadi di Indonesia juga luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, DEN-4 adalah jenis virus yang paling sedikit ditemukan serta tidak ganas.

“DEN-4 paling jarang diteliti, karena paling sedikit jumlahnya di Indonesia dan di luar negeri. Kami (Eijkman Institute) telah melakukan penelitian ke 20 kota di Indonesia, dan DEN-4 paling sedikit jumlahnya. Virusnya cenderung agak silent, tidak masif,” papar Tedjo.

Beda daerah, beda lagi jenis virus yang mayoritas menjangkit masyarakatnya. Pada 2010 di Medan, DEN-3 menjadi jenis virus yang paling masif.

Tahun 2013 di Surabaya, mayoritas warganya terjangkit virus DEN-1.

“Dulu tahun 1970-an, dengue yang paling banyak adalah DEN-2. Begitu terus sampai tahun 1990-an. Tahun 1970-an juga angka kematiannya tertinggi, karena selain virusnya ganas, pengetahuan serta fasilitas tentang DBD di kalangan ahli medis masih minim,” lanjut Tedjo.

Mutasi genetik virus dengue Virus dengue bermutasi dengan sangat cepat. DEN-1 misalnya, paling mudah ditransmisikan (ditularkan) karena sifatnya yang lebih kuat baik pada tubuh nyamuk maupun manusia.

Lain halnya dengan DEN-2.

Virus ini memang ganas, namun ketika suatu virus terlalu ganas, kecenderungannya adalah membunuh orang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved