Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Sehat untuk Anda

Awas, Bersepeda Bisa Picu Masalah Pada Organ Intim Wanita, Begini Cara Menghindari Risikonya

Bersepeda Bisa Picu Masalah Pada Organ Intim Wanita, Iritasi Hingga Infeksi Vagina, Begini Cara Menghindari Risikonya

Foto ilustrasi seseorang sedang bersepeda di tengah salju 

TRIBUN-BALI.COM - Tribunners, apa kamu suka bersepeda ?

Sepeda merupakan salah satu transportasi yang dapat digunakan orang untuk berpergian.

Namun bersepeda juga merupakan olahraga yang baik untuk kesehatan.

Saat ini, mungkin kita tidak akan susah menemukan orang-orang yang sedang bersepeda.

Tips Jaga Mata agar Tak Rusak Meski Suka Main Gadget

WIKI BALI - Puluhan Kucing Berlomba Kontes Mahadaya Cinta 4, Beri Edukasi Kesehatan Hewan

Makan Yogurt Dapat Mengangkat Suasana Hati Seseorang Hingga Memerangi Depresi

Pria dan wanita -khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, seperti hendak menerapkan gaya hidup sehat dengan bersepeda.

Kendati demikian, meski mengayuh pedal efektif membakar kalori dan menyehatkan jantung, namun bagi perempuan aktivitas ini bisa berpotensi merusak organ intim.

Percaya atau tidak, sering bersepeda dapat menyebabkan gangguan infeksi di organ intim wanita, bahkan mengacaukan kehidupan seks.

Salah satu keluhan yang lazim ditemui setelah bersepeda adalah ‘sensasi terbakar’ pada vagina.

Pradnya Pisal, konsultan ginekologi di London Gynecology mengatakan, semua pesepeda, pria atau pun perempuan, akan merasakan ketidaknyamanan pada organ intim mereka.

“Bagi pesepeda perempuan, masalah yang paling sering terjadi adalah iritasi dan infeksi vagina, infeksi kulit dan saluran kemih, kulit mati rasa, serta pembesaran labial,” kata Pradnya.

Setiap pengendara sepeda akan merasakan tekanan di jok ketika bersepeda dalam jangka waktu yang lama.

Menurut Cycling UK, ketika seorang perempuan duduk di atas sepeda, bagian vulva sesuatu yang sama sekali tidak dirancang untuk menahan beban setidaknya menahan 40 persen berat badan.

Risiko dari situasi itu bukan hanya rasa sakit.

Pradnya mengatakan tekanan pada vulva dapat menyebabkan labia menjadi bengkak dan tampak lebih besar.

"Beberapa perempuan yang sudah memiliki labia asimetris atau membesar bisa memperburuk kondisinya,” kata Pradnya lagi.

Cara menghindari risiko

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved