Breaking News:

Punya Tenaga dan Regulasi, Bangli Masih Minta Bantuan Buleleng Untuk Tera Ulang

Proses tera/tera ulang yang dilakukan Pemkab Bangli masih meminta bantuan dari Kabupaten Buleleng

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Proses tera ulang di pasar kidul Bangli 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Proses tera/tera ulang yang dilakukan Pemkab Bangli hingga kini masih meminta bantuan dari Kabupaten Buleleng, Bali.

Padahal Pemkab Bangli sejatinya telah memiliki tenaga maupun regulasi.

Kepala Disperindag Bangli, I Wayan Gunawan, Senin (17/2/2020) menjelaskan, pihak dia sejatinya sudah memiliki tenaga maupun prasarana.

Demikian pula dengan regulasi, yakni Perda No. 4 Tahun 2018 tentang Retribusi Pelayanan  Terra/Tera Ulang.

Raul Lemos Bantah Kirim Orang Kepercayaan untuk Bertanya Soal Perceraian ke Pengadilan Agama

Hujan Deras di Lereng Gunuing Agung, Air Lumpur Meluap Hingga Jalan Raya

Perangi Virus Corona, Coach Teco Akan Minta Bantuan Tim Dokter

Namun, pelayanan tera/tera ulang belum bisa dilakukan secara mandiri, lantaran pihaknya perlu menunggu Surat Kemampuan Pelayanan Tera/Tera Ulang (SKKPTTU).

Yang mana surat tersebut diterbitkan oleh Kementrian Perdagangan melalui Dirjen Metrologi setelah dilaksanakan penilaian.

“Setelah memperoleh SKKPTTU, kami di kabupaten perlu mengusulkan sertifikat berhak. Karena penera yang ada walupun sudah lolos uji kompentensi, belum memiliki sertifikat berhak. Setelah memperoleh sertifikat berhak, baru diberikan cap tanda sah. Rencananya tahun ini kami akan mengusulkan ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Gunawan mengatakan tera/tera ulang wajib dilaksanakan untuk mengukur akurasi timbangan pedagang, sehingga tidak merugikan konsumen.

Mereka yang wajib ditera ulang adalah pedagang yang memiliki alat ukur seperti timbangan.

Sedangkan dengan kendala yang ada, Gunawan menyebut pelayanan tera/tera ulang untuk tahun 2020 ini, masih bekerja sama dengan kabupaten Buleleng.

Dimana sesuai sesuai jadwal, proses tera/tera ulang di kabupaten dilaksanakan tiap triwulan ketiga.

“Kalau dilakukan secara mandiri, tentunya biaya yang dikeluarkan bisa lebih ditekan. Disamping itu dari segi waktu juga lebih efektif dan efisien. Mudah-mudahan tahun 2021 mendatang pelayanan tera/tera ulang bisa dilakukan secara mandiri,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved