Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Karet Bendungan Tukad Penet Jebol, Warga Denpasar Mengeluh Tak Dapat Air Sampai Jarang Mandi

Karet di Bendungan Tukad Penet yang berada di Mengwi kembali jebol, pengaliran air ke wilayah Denpasar tersendat

Tayang:
PDAM Denpasar
Foto Penyaluran air ke rumah warga di Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Karet di Bendungan Tukad Penet yang berada di Mengwi, Badung, Bali kembali jebol pada Jumat (21/2/2020).

Jebolnya karet ini membuat pengaliran air ke wilayah Denpasar tersendat khususnya di wilayah Denpasar Barat dan Denpasar Utara bagian barat bahkan hingga Minggu (23/2/2020).

Hal ini karena beberapa pasokan air baku dibeli oleh PDAM Kota Denpasar dari Tukad Penet ini.

Tersendatnya aliran air ini membuat banyak warga yang mengeluh.

Launching Buku Jejak Studi Pemuda-Pemudi Bali di Luar Negeri, Beri Inspirasi Pada Anak Muda Bali

Terekam CCTV Begini Aksi Pencurian Modus Geser Tas di Sebuah Restoran, Pelaku Gunakan Jaketnya Ini

Tanda Kamu Telah Kecanduan Pornografi, Begini Risiko Kecanduan Pornografi

Salah seorang warga, Putu Sanjaya yang tinggal di Banjar Batur, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara mengatakan dirinya sampai kesulitan untuk mandi karena air di rumahnya mati.

Bahkan karena matinya air ini, kegiatan di rumah tangganya pun ikut terganggu.

"Padahal, saya tidak pernah telat bayar air. Tapi airnya mati, sampai sulit nyari air untuk keperluan rumah tangga," katanya.

Ia meminta agar PDAM Kota Denpasar mengambil langkah cepat agar air bisa mengalir normal.

"Ya, kami minta diupayakan biar kami bisa beraktivitas, karena tanpa air kami juga tidak bisa memasak bahkan mandi saja sulit," katanya.

Dikonfirmasi, Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Putu Yasa mengatakan beberapa wilayah yang mengalami gangguan akibat jebolnya karet ini yakni Jalan Gunung Sanggiang, Jalan Gunung Guntur, Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Jalan Gunung Agung, Jalan Merpati, Jalan Gunung Gede, Jalan Gunung Talang, Jalan Gunung Asem, Jalan Subur, Jalan Padang Kartika, Jalan Gunung Athena, Jalan Gunung Lebah, Jalan Gunung Salak, Jalan Gunung Lumut, Jalan Gunung Soputan, Jalan Perum Kertapura, Jalan Pura Demak, Jalan Buana Raya, dan Wilayah Perumnas.

Jebolnya karet bendungan ini menurut Putu Yasa mulai ditangani hari ini oleh Badan Balai Sungai (BWS) Bali-Penida selaku pengelola bendungan.

"Hari ini dalam tahap penyelesaian beton dan juga pengeringan beton. Besok dilanjutkan dengan pembersihan endapan," kata Yasa.

Selanjutnya untuk Selasa (25/2/2020) akan dilakukan pemompaan sambil melakukan pengecekan kerusakan.

"Kalau tidak ada masalah, Rabu akan dimulai pengisian air ke reservoir," katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved