Posko dan Ogoh-Ogoh Setinggi 4 Meter Terbakar di Gatot Subroto, Komunitas Redjuna Salya: Kami Ikhlas
Di beranda media sosial Instagram viral sebuah ogoh-ogoh terbakar di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar, Bali pada Sabtu (22/2/2020).
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di beranda media sosial Instagram viral sebuah ogoh-ogoh terbakar di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar, Bali pada Sabtu (22/2/2020).
Seperti bisa dilihat di akun @denpasar.viral dan @punapibali. Sontak kejadian itu menjadi ramai diperbincangkan netizen dan disangkutpautkan dengan persaingan antar pembuat ogoh-ogoh hingga dugaan oknum yang ingin memecah belah dan mengacaukan perayaan ogoh-ogoh.
Tribun Bali menelusuri kebenaran informasi tersebut, ternyata didapati peristiwa tersebut terjadi di Jalan Salya Gang IV A, Banjar Puncak Sari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara.
Di lokasi benar terdapat sebuah bekas kebakaran yang menghanguskan posko dan ogoh-ogoh di pekarangan kebun pisang milik warga setempat, bau gosong pun masih terhirup.
• Tes Kepribadian untuk Wanita - Pilih Satu Bunga dan Ketahui Sisi Menarikmu
• Tak Mempan dengan Isu ASF, Olahan Daging Babi Paling Banyak Diburu di Festival Kuliner Klungkung
• Bukan Hanya Kehadiran, Ini yang Dibutuhkan Anak Perempuan dari Ayahnya
Sementara puing-puing posko dan ogoh-ogoh yang terbakar sudah dibersihkan sejak sore hari kemarin dan ditempatkan tidak jauh dari lokasi kebakaran masih dalam satu pekarangan.
Pekarangan tersebut memang sengaja dimanfaatkan warga setempat untuk posko dan tempat pembuatan ogoh-ogoh atas seizin pemilik.
Dari tahun ke tahun sejak 2006 komunitas warga membuat ogoh-ogoh di lokasi tersebut untuk berpartisipasi ditampilkan dalam pawai ogoh-ogoh Hari Raya Suci Nyepi di Kawasan Patung Catur Muka, Lapangan Puputan Badung. Bukan untuk perlombaan ogoh-ogoh.
Komunitas pembuat ogoh-ogoh yang terbakar tersebut adalah Redjuna Salya.
• Alasan Bupati Gianyar Tidak Memberikan Dana Ogoh-ogoh: Saya Tak Mau Matikan Kreativitas Anak Muda
• Jembatan Darurat Subagan - Asak Karangasem Ditutup Sementara Karena Senderan Jebol
• Gubernur Koster Keluhkan Kain Jawa Tengah Banjiri Pasar Bali, Begini Jawaban Ganjar Pranowo
Salah satu pengurus komunitas, I Kadek Angga Putra Ugiana tak ingin melaporkan kepada polisi atas peristiwa tersebut.
Dia menganggap terbakarnya ogoh-ogoh setinggi 4 meter sekaligus posko itu sebagai musibah, Angga dan teman-teman komunitasnya menerima dengan ikhlas.
Ia pun tidak bisa memastikan penyebab kebakaran di lokasi seluas 5x4 meter itu tersebut.
Angga menuturkan, kejadian berlangsung pada siang hari sekitar pukul 12.00 WITA, pada saat itu kondisi posko dan ogoh-ogoh memang sedang tidak ada yang menjaga dan sepi.
Lokasinya pun berada di pojokan gang, bukan tempat yang ramai lalu lintas kendaraan umum.
Lebar jalan di gang tersebut hanya sekitar 1,5 hingga 2 meter.
• Pembuangan Bangkai Babi Secara Sembarangan di Badung Semakin Meluas
• Karet Bendungan Tukad Penet Jebol, Warga Denpasar Mengeluh Tak Dapat Air Sampai Jarang Mandi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wahyu-aditia-menunjukkan-lokasi-kebakaran-posko-dan-ogoh-ogoh.jpg)