9 Penyebab Urine Berbau, dari Konsumsi Vitamin hingga Batu Ginjal
Pernahkan kamu mencium bau tak sedap setelah buang air kecil? Ya, urine bisa berbau karena sejumlah alasan.
"Batu ginjal dapat mengumpulkan bakteri dan menyebabkan infeksi atau terkadang berdarah," kata Dutta. "Itu kemudian bisa mengubah seperti apa bau urine,” lanjut dia.
Gejala lain dari batu ginjal termasuk sakit punggung, samping, atau pangkal paha; mual atau muntah; sering buang air kecil; darah dalam urin; rasa sakit dengan buang air kecil; dan demam.
"Batu ginjal tidak hanya menjadikan urine yang berbau.
Akan ada gejala lain juga,” kata Dutta. Batu-batu biasanya masuk dalam urine tanpa perlu kendali.
Tetapi, mencari pertolongan medis jika mengalami sakit parah, muntah, pendarahan, atau tanda-tanda infeksi adalah pilihan terbaik.
8. Diabetes
Orang yang memiliki diabetes yang tidak terdiagnosis akan menumpahkan gula ke dalam urine.
Hal itu terjadi karena tubuh tidak dapat memproses gula dengan cara yang terjadi pada kebanyakan orang. Ini berarti terjadi kelebihan glukosa dalam darah, yang dicoba dikeluarkan oleh tubuh melalui urine.
"Ketika kita memiliki gula ekstra dalam urine, itu akan memberinya aroma manis dan buah," kata dia.
Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol kemungkinan juga akan mengalami peningkatan urgensi atau frekuensi kencing, karena gula mengiritasi kandung kemih.
Temuilah dokter secepatnya jika merasa sebagai penderita diabetes.
9. Vitamin
Dutta mengatakan, banyak orang memperhatikan bau urine mereka berbeda setelah mengonsumsi vitamin.
Ini menjadi cara yang sama seperti orang yang mendeteksi bau urine "berbeda" setelah makan makanan tertentu.
Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika memang vitaminlah yang membuat kencing berbau. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Penyebab Urine Berbau, Tanda Dehidrasi hingga Diabetes"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-urine_20150924_145316.jpg)