Ngopi Santai

Terkurung di Kota Abadi

Kabar nelangsa datang dari adik sepupuku, seorang biarawati Katolik yang lebih dari 10 tahun berkarya di Italia.

Penulis: DionDBPutra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay
Foto ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - KABAR nelangsa datang dari adik sepupuku, seorang biarawati Katolik yang lebih dari 10 tahun berkarya di Italia.

Kini dia bermukim di Caserta, sebuah kota mungil di Region Campania, Provinsi Caserta.

Seharusnya tersenyum menyambut musim semi.

Tapi sebulan sudah ruang gerak mereka terbatas.

 

Bagaimana Menangani Kecemasan Berlebihan terhadap Virus Corona ?

Mengapa Kini Orang Lebih Mudah Nyinyir daripada Mikir?

Puasa Berciuman dan Kisah Indah Corona

“Bahkan dua minggu terakhir kami benar-benar terkurung. Tidak bisa ke mana-mana,” katanya melalui pesan singkat WA kemarin.

Sejak pekan kedua Februari 2020, sekolah taman kanak-kanak tempat dia mengajar diliburkan.

Mengikuti imbauan pemerintah kota setempat sebagai cara terbaik menghadapi epidemi virus corona (covid-19).

“Praktis hari-hari kami hanya berada di dalam rumah,” ujarnya.

“Kami juga tidak boleh ke mana-mana, Om. Hanya diizinkan beraktivitas di dalam biara,” kata keponakanku yang juga biarawati di Italia.

Sejak delapan tahun lalu dia berkarya di kota abadi, Roma.

Jantung pemerintahan negara Italia.

Jenuh melanda.

Tapi mau bilang apa, puluhan juta orang mengalaminya.

Terpenjara di rumah sendiri. Gara-gara covid-19.

Serangan virus corona sungguh membuat Italia tunggang langgang hingga Perdana Menteri (PM) Italia Giuseppe Conte mengumumkan penutupan seluruh negara dari seluruh aktivitas yang menyedot publik dalam skala besar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved