Desa Adat di Tabanan Tunggu Instruksi Pelaksanaan Pengerupukan
Hingga saat ini Desa Adat Tabanan berencana tetap menggelar Parade Ogoh-Ogoh selama belum ada intruksi untuk tidak menggelar kegiatan apapun.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Selain berdampak pada pariwisata dan ekonomi, pandemi Virus Corona atau Covid-19 ini kemungkinan besar akan membatalkan kegiatan yang bersifat membuat keramaian seperti salah satunya pawai ogoh-ogoh saat Hari Pengerupukan 24 Maret mendatang.
Namun, hingga saat ini Desa Adat Tabanan berencana tetap menggelar Parade Ogoh-Ogoh selama belum ada intruksi untuk tidak menggelar kegiatan apapun.
"Untuk sementara masih tetap akan berjalan. Karena rute kita kan pendek hanya dari Setra Gandamayu hingga Catur Muka Jalan Gajah Mada Tabanan kemudian setelah itu langsung bubar ke Banjar masing-masing. Namun kami masih tetap menunggu arahan," ujar Bendesa Adat Kota Tabanan, I Gusti Gede Ngurah Siwa Gentha saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2020).
• Siaga Corona, PHR di Bali Hilang Rp 1,6 T & Pengusaha Hotel di Badung Resah Pajak Tetap Ditagih
• 85 Persen Aset Kepariwisataan di Bali Dimiliki Orang Asing
• PDEI dan MHKI Sarankan Pemerintah Mendata Persebaran COVID-19
Dia melanjutkan, jika memang nantinya berjalan akan ada parade sebanyak 25 ogoh-ogoh di Desa Adat Tabanan ini.
Pelaksanaannya akan dilakukan mulai pukul 16.00-23.00 Wita.
"Start jam 4 sore hingga 11 malam maksimal. Ini rencananya masih akan kita laksanakan karena instruksi dari PHDI dan majelis juga belum ada."
"Jika semisalnya nanti ada kita akan koordinasikan lagi di desa adat dengan semua pihak. Intinya kita masih menunggu keputusan dulu," katanya.
Namun, kata dia, kegiatan yang berhubungan atau serangkaian Tawur Agung Kesanga akan tetap dilaksanakan.
• Pemecatan 2 Anggota Dewan dari Fraksi PDIP Bali Final, Koster Tutup Pintu Klarifikasi Ini Sebabnya
• Lindas Guru Wanita hingga Tewas di Tabanan, Sopir Truk Bukan Berhenti Malah Berusaha Kabur
• Terkait Corona, Gubernur Koster Sebut 2 Alasan Bali Tidak Perlu Lockdown
Seperti misalnya Proses Pemelastian yang akan dilaksanakan pada Sabtu (21/3/2020) mendatang harus tetap dilakukan.
Proses Pemelastian ini merupakan rangkaian dari Hari Raya Nyepi. Khusus untuk Tabanan akan melasti ke Pantai Yeh Gangga.
"Konsepnya bagaimana menjaga diri untuk kemananan agar tidak tertular Covid19 ini. Apalagi kegiatan adat tidak bisa diundur karena harus dilaksanakan karena seluruh rangkaian dengan prosesi tawur agung tetap akan berjalan."
"Intinya nanti kita akan tetap imbau kepada krama untuk tetap menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kemudian jika kondisinya sedang kurang fit lebih baik tidak ikut dulu," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/parade-ogoh-ogoh-klungkung_20170323_212713.jpg)