Desa Diminta Proaktif Cegah Virus Corona, Lomba Ogoh-Ogoh di Klungkung Ditiadakan
Satu di antaranya meniadakan kegiatan yang mengundang keramaian. Parade ogoh-ogoh yang dijadwalkan Sabtu (21/3/2020), resmi ditiadakan.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pemkab Klungkung mengambil langkah membatasi kontak antar-warga, dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona.
Satu di antaranya meniadakan kegiatan yang mengundang keramaian. Parade ogoh-ogoh yang dijadwalkan Sabtu (21/3/2020), resmi ditiadakan.
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta juga mengambil langkah untuk membatasi kegiatan yang melibatkan keramaian.
"Imbauan saya nanti untuk kegiatan mengarak ogoh-ogoh, agar dilakukan di lingkungan banjar masing-masing dan tetap memproteksi diri," jelas Suwirta, Senin (16/3/2020).
• Ogoh-Ogoh Sang Hyang Penyalin Banjar Dangin Peken Denpasar Simbol Kesuburan dan Penolak Bal
• Kronologi Anggota Dewan di Bali Diduga Gelapkan Mobil, Kerugian Owner Mobil Mencapai Rp 1,2 Miliar
• Kadek Diana Sesalkan Tak Ada Ruang Klarifikasi Soal Dugaan Selingkuh, Koster: Gak Usah Klarifikasi!
Bupati Suwirta juga meminta agar setiap desa, secara mandiri melakukan langkah pencegahan penyebaran Virus Corona.
Salah satunya dengan penyemprotan disinfektan di sarana-sarana publik di wilayahnya masing-masing.
"Saya harap masyarakat umum di setiap desa juga proaktif terkait masalah ini. Apa yang kita yakini untuk mengantisipasi virus ini juga tetap harus dilakukan, misal dengan menempuh jalur niskala, seperti guru piduka dan persembahyangan untuk memohon agar merebaknya virus ini cepat berlalu," harap Suwirta.
Terkait melasti, Suwirta menyoroti konsep edaran MDA (Majelis Desa Adat) dan PHDI (Parisadha Hindu Dharma Indonesia) Klungkung, yang meminta melasti dilakukan tidak keluar dari wilayah desa adat.
• Oknum Anggota DPRD Bali Dipolisikan, Korban Ngaku Rugi Rp 1,2 Miliar
• Janu Artika Pulang ke Kampung Halaman, Berencana Sembahyang Keliling Setelah Jalani Masa Karantina
• TERKINI: Pasien Virus Corona di Indonesia Jadi 134 Orang, Ini Data Lengkapnya
Suwirta meminta kepada PHDI dan Majelis Desa Adat agar memberikan kelonggaran, melasti tetap dilaksanakan karena bagian dari ritual keagamaan, yang juga diharapkan sebagai upaya niskala menangkal wabah Virus Corona.
“Saya sudah menghubungi Ketua MDA dan PHDI Klungkung, dan meminta kelonggaran agar pelaksanaan melasti tetap dilaksanakan. Hal itu (soal melasti) harus disampaikan juga ke PHDI Provinsi Bali," tegas Suwirta.
Hanya saja, Suwirta menekankan, agar masyarakat yang melaksanakan melasti, tetap mengedepankan kondisi kesehatannya.
Semisal sebisa mungkin menggenakan masker, dan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.
Jika dalam keadaan sakit, sebisa mungkin beristirahat untuk meminimalisasi penularan penyakit.
Melasti Tunggu Keputusan PHDI Bali
KETUA PHDI Klungkung I Putu Suarta mengatakan, imbauan agar melasti di Klungkung tidak di luar wilayah desa adat masih sebatas konsep, hasil koordinasi dengan MDA (Majelis Desa Adat).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-klungkung-i-nyoman-suwirta-saat-ditemui-diruangannya.jpg)