Ngopi Santai

Citius, Altius dan Fortius

Sekarang waktunya melawan virus Corona dengan cara berpikir positif, merasakan emosi positif, mengirimkan vibrasi positif buat diri sendiri dan orang-

Citius, Altius dan Fortius
Gambar oleh Daria Głodowska dari Pixabay
Ilustrasi membaca novel. 

API Olimpiade dari tempat suci Olimpia Yunani terbang melintasi samudera menuju Jepang. Di Miyagi, Fukushima dan kota lainnya, masyarakat menyambut hangat api yang memompakan energi olahraga klasik Citius, Altius, Fortius. Lebih cepat, lebih tinggi dan lebih kuat tersebut.

Di tengah pandemi Covid-19, warga Jepang tetap antusias menyambut pertunjukkan api Olimpiade yang berlangsung di barat laut negeri Sakura itu sepanjang akhir pekan lalu.

Lebih dari 50.000 orang menyaksikan api Olimpiade yang ditampilkan di Stasiun Sendai, Miyagi, Sabtu 21 Maret 2020. Panitia penyambutan memilih Stasiun Sendai demi memamerkan spirit kebangkitan kawasan tersebut setelah diremukredamkan gempa, tsunami dan krisis nuklir tahun 2011.

Sebagaimana umumnya orang Yunani, bangsa Jepang pun percaya bahwa api Olimpiade dipandang suci karena ia berasal dari sumber energi paling murni yakni matahari.

Sepi Sebelum Nyepi

Terkurung di Kota Abadi

Orang-orang Ternama

Media setempat melaporkan, sejumlah orang harus berada dalam antrean sepanjang 500 meter selama beberapa jam.

"Saya mengantre selama tiga jam, tetapi menyaksikan api Olimpiade sangat membesarkan hati," ujar seorang perempuan berusia 70 tahun kepada NHK.

Wanita ini mengaku sudah tak sabar menanti maraknya Olimpiade, pesta olahraga multievent terakbar sejagat yang akan berlangsung di Tokyo, 24 Juli hingga 9 Agustus 2020.

"Olimpiade adalah tujuan kami. Kami akan berusaha maksimal untuk menyelenggarakan Olimpiade seusai jadwal sehingga Komite Olimpiade Internasional bisa yakin kami mampu menyelenggarakan pertandingan,"
kata Menteri Olimpiade Jepang Seiko Hashimoto.

Tapi antusiasme warga Jepang dan optimisme Hashimoto berumur pendek. Hanya empat hari setelah sambutan hangat di Sendai, Olimpiade Tokyo benar-benar ditunda sampai sekurang-kurangnya hingga 12 purnama
kemudian.

Jepang mesti berbesar hati meskipun telah bekerja keras mempersiapkan diri selama 7 tahun yang menghabiskan dana tidak sedikit.

Halaman
1234
Penulis: DionDBPutra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved