7 Cara Mengelola Emosi Agar Tetap Kalem Saat Menghadapi Situasi Buruk
Saat menghadapi hari yang buruk banyak orang yang tidak dapat bersikap tenang. Untuk mengelola emosi karena suatu hal dibutuhkan latihan
TRIBUN-BALI.COM - Tribunners, apa Kamu pernah mengalami hari yang buruk ?
Mungkin banyak orang pernah mengalami hari yang buruk.
Seperti ditinggal mati oleh orang yang dia cintai ataupun didiagnosa memiliki penyakit mematikan.
Saat menghadapi hari yang buruk banyak orang yang tidak dapat bersikap tenang.
• Menimbang Sebaran Covid-19, Universitas Udayana Putuskan Tunda Sejumlah Agenda
• 8 Cara Tetap Tenang dan Santai Saat Menyikapi Masalah Hidup
• Kadiskes Provinsi Bali Sebut Pernyataan Organisasi Profesi Tim Medis Hoax
Walau sesekali emosi kita "meledak" saat sedang kesal, tetapi jika diamati selalu ada orang yang bisa tetap kalem menghadapi situasi buruk.
Untuk mengelola emosi dan enggak gampang cemas karena suatu hal dibutuhkan latihan.
Berikut teknik-teknik tersebut:
1. Membayangkan tempat yang membuat bahagia
Anak-anak yang rewel, proyek yang sudah jatuh tempo, atau pelayan toko yang menangani pesanan kita dengan lambat, semuanya bisa menjadi pemicu stres.
Apapun pemicu stres kita, psikolog klinis dari Columbia University, Laura Markham, merekomendasikan kita untuk membayangkan tempat yang membuat kita merasa tenang, aman dan bahagia.
Teknik visualisasi ini memungkinkan rasa sakit dan stres yang kita rasakan berkurang. Inilah yang membuat kita tetap tenang dan rileks.
Semakin sering kita menggunakan teknik ini, semakin sedikit tekanan yang kita dapatkan.
Menurut Markham, cara ini akan mengurangi rasa letih pada emosi.
2. Sedikit bekerja namun banyak yang diselesaikan
Hubungan antara waktu kerja dan produktivitas tidak sepenuhnya linear.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-wanita-bahagia-saat-senja.jpg)