Program Bedah Rumah Tetap Terealisasi Tahun Ini, Tahap Pertama Bedah 48 Unit Rumah

Pemkab Klungkung telah menyiapkan anggaran, untuk membedah 109 rumah KK miskin, tahap pertama ini baru 48 unit rumah ditangani

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan fakir Miskin, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung Wayan Wirata, Selasa (7/4/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, memastikan proyek bedah rumah tetap terealisai tahun ini.

Pemkab Klungkung telah menyiapkan anggaran, untuk membedah 109 rumah KK miskin.

Hanya saja di tahap pertama ini, baru 48 unit rumah ditangani untuk mendapatkan bedah rumah.

"Bedah rumah tetap jalan tahun ini. Tidak ada pencoretan dari Baperlitbang," ujar Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Wayan Wirata, Selasa (7/4/2020).

Cegah Penyebaran Covid-19, BBPOM di Denpasar Donasikan 10 Liter Handsoap ke Sekolah

Kematian Akibat Virus Corona di Amerika Serikat Tembus 10 Ribu, Melebihi Korban 6 Perang oleh AS

Bali Belum Terapkan PSBB, Tapi Ojol Sudah Ambil Ancang-Ancang

Ia menjelaskan, dari total 109 unit rumah yang akan dibedah, tahap pertama pihaknya baru bisa melakukan bedah rumah terhadap 48 unit rumah KK miskin.

"Awalnya kami rencanakan sebanyak 109 unit bedah rumah yang semuanya merupakan warga miskin tercatat dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS)," ungkapnya.

Hanya saja ketika dilakukan verifikasi akhir, ternyata ada rumah yang sudah diperbaiki dan mendapatkan bantuan baik dari pihak desa maupun CSR.

Sehingga tahap pertama ini hanya 48 unit rumah yang akan dibedah.

Terdapat 12 rumah KK miskin yang akan dibedah berada di Kecamatan Nusa Penida, sementara sisanya tersebar di tiga Kecamatan di Klungkung, Bali.

"Tahap awal harus jalan 48 unit itu. Sementara sisanya lagi 51, rencananya kami ambil dari mereka yang sudah lolos verifikasi tapi belum tercover dalam APBD 2020,"ungkap Wirata.

Wirata pun menegaskan, penuntasan realisasi bedah rumah di Kabupaten Klungkung tidak dilakukan dalam satu tahun anggaran.

Menurutnya jumlah warga Klungkung yang berhak menerima bantuan bedah rumah jumlahnya cukup banyak, sementara anggaran Pemkab Klungkung sangat terbatas.

Berdasarkan Data di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, bedah rumah warga miskin yang masuk DTKS sebanyak 331 unit bedah rumah.

Angka itu belum termasuk 380 rumah warga miskin non DTKS yang juga diusulkan mendapatkan bantuan bedah rumah. (*).

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved