Breaking News:

Menurut Psikolog Hari Imam, Ini Hal Positif yang Bisa Dilakukan Saat WFH dan Social Distancing

Bagi Tribunners yang mengikuti perkembangan mengenai virus corona pastinya sudah tidak asing lagi dengan kedua istilah ini, yakni work from home (WFH)

Tribun Bali/Karsiani Putri
Psikolog Hari Imam Wahyudi, S.Psi., Psikolog, C.Ht., ketika ditemui beberapa waktu lalu di Dian Selaras, Konsultan Psikologi & Klinik Hipnoterapi, Jalan Tukad Gangga IV No 12 Renon, Denpasar, Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bagi Tribunners yang mengikuti perkembangan mengenai virus corona pastinya sudah tidak asing lagi dengan kedua istilah ini, yakni work from home (WFH) dan social distancing.

Kedua istilah ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah untuk dapat mengurangi penyebaran virus corona.

Dalam hal ini, pemerintah memberikan imbauan kepada masyarakat agar sebisa mungkin melakukan kegiatan atau pekerjaan di rumah, lalu mengurangi waktunya di area terbuka dan juga tidak bertemu dengan banyak orang dalam satu tempat.

Namun, tak jarang masih ada beberapa orang yang tidak mengindahkan imbauan tersebut sehingga ini menjadi salah satu hal yang memicu penyebaran kasus virus corona semakin meluas.

Jangan Stres, Berikut 9 Tips untuk Orangtua agar Belajar dari Rumah lewat TVRI Berjalan Lancar

Ada Indomie Goreng sampai Samyang, Inilah 11 Rasa Mi Instan yang Paling Digemari Generasi Z

Pilah Utang Produktif dan Konsumtif,  Berikut Tips Mengelola Utang yang Baik

Psikolog, Hari Imam Wahyudi, S.Psi., Psikolog, C.Ht., kepada Tribun Bali menuturkan bahwa terdapat banyak hal positif yang dapat dilakukan masyarakat saat menerapkan WFH selama pandemi virus corona.

"Harusnya menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul dan melakukan aktivitas bersama keluarga, seperti membersihkan rumah, masak bareng, menyusun bisnis online, membaca buku yang belum selesai dibaca atau yang tidak sempat dibaca, mengikuti olah raga yang dibimbing secara online, mendengarkan seminar-seminar online free dan hal ini bisa dijadikan juga sebagai cara me time yang efektif, seperti merawat diri, dan istirahat," tuturnya.

Menurutnya, sampai dengan dengan saat ini sudah mulai terjadi penurunan aktivitas masyarakat di luar rumah yang artinya masyarakat sudah mulai memahami tentang covid 19 ini.

Di samping itu kesadaran sebagian besar masyarakat dalam melakukan protokol sudah dilakukan.

Dokter Berlian Idris Kritik Soal Penyiapan TMP Bagi Tenaga Medis yang Meninggal, Ini Jawaban Ganjar

Kajeng Kliwon dan Anggara Kasih Dirayakan Hari Ini, Umat Hindu Lakukan Ini

Jika Tetap Bandel Buka Usahanya Selain 11 Sektor Ini, Gubernur Jakarta Siap Ambil Langkah Tegas Ini

Psikolog, Hari Imam Wahyudi, S.Psi., Psikolog, C.Ht., menyebutkan bahwa selama pandemi virus corona ini pihaknya yakni Dian Selaras, Konsultan Psikologi & Klinik Hipnoterapi masih tetap memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan konseling dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan psikologi.

"Kami tetap buka, hanya ada batasan waktu. Satu minggu buka tiga kali atau ketika ada client dan kami menerapkan aturan tentang batasan dalam bertatap muka. Kami buka hanya sampai jam 16.00 saja dan kami juga melayani konseling melalui telpon dan WA, namun ada beberapa klien yang ingin bertemu langsung," terangnya.

Dian Selaras, Konsultan Psikologi & Klinik Hipnoterapi sendiri berlokasi di Jalan Tukad Gangga IV No 12 Renon, Denpasar, Bali. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved