Sposored Content

Rasni: Kecil tapi Penting Itulah KIS

Rasni yang memiliki nama lengkap Ni Ketut Rasni Antari sehari-harinya bekerja sebagai tenaga kebersihan yang telah menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun

BPJS Kesehatan
Ni Ketut Rasni Antari (42) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bentuknya kecil namun maknanya luar biasa, hal ini yang dirasakan Rasni terhadap kehadiran Kartu Indonesia Sehat (KIS).

KIS adalah tanda pengenal pada program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Rasni yang memiliki nama lengkap Ni Ketut Rasni Antari sehari-harinya bekerja sebagai tenaga kebersihan yang telah menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2014.

Selain memiliki KIS, Rasni juga tidak ingin ketinggalan jaman dengan turut mengunduh aplikasi mobile JKN pada telepon genggamnya.

Larangan Mudik Jadi Atensi Utama Operasi Ketupat Agung 2020

Hanya Angkut Logistik, Pelni Hentikan Penjualan Tiket ke Penumpang hingga 8 Juni

Operasi Ketupat Covid-19 Kini Menekankan Pada Imbauan Diam Dirumah

Dengan adanya aplikasi mobile JKN, Rasni tidak perlu khawatir jika saat memerlukan pelayanan kesehatan lupa membawa KIS.

Hal ini lantaran pada aplikasi mobile JKN juga telah terdapat salah satu fitur andalan yaitu KIS digital.

Ibu dari 4 orang anak ini mengaku sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS, mulai dari melahirkan hingga pengobatan keluarganya saat sakit.

“Menjadi peserta JKN-KIS selain merupakan kewajiban bagi setiap warga negara juga adalah bentuk dari proteksi terhadap diri sendiri dan keluarga yang tentunya akan sangat menguntungkan bagi peserta tersebut di saat memerlukan pelayanan kesehatan,” ujar Rasni.

Sembako, Canang, hingga Pejati, Surya Kembangkan Market Connet untuk Belanja Kebutuhan Sehari-hari

Kebakaran di Jalan Kembang Matahari Denpa

Pemkot Denpasar Serahkan Donasi dari Para Donatur untuk Nelayan dan Tim Medis RSUD Wangaya

Polres Gianyar Gelar Operasi Ketupat Selama 37 Hari

Rasni menambahkan bentuk KIS yang kecil mungil ini tidak sebanding dengan manfaatnya yang luar biasa. Rasni mengaku jika anak terakhirnya juga lahir dengan menggunakan program JKN-KIS.

“Terima kasih JKN-KIS telah mengurangi beban saya beserta suami dan menanggung semua biaya kesehatan kami sekeluarga,” ujar Rasni.

Rasni mengatakan jika selama dirinya menggunakan JKN-KIS, tidak pernah mengalami kesulitan dalam hal administrasi dan pelayanan medisnya juga sama seperti peserta umum lainnya tetap baik dan tanpa diskriminasi.

Viral, Bak Koboi Pria di Jawa Timur Ini Tunggangi Sapi Pakai Sepatu Boot Antar Belanja ke Minimarket

Wakil Bupati Karangasem Minta PMI Taati Aturan Selama Karantina

Namun Rasni juga kerap menyayangkan jika masih ada yg memandang sebelah mata program ini, terutama dari peserta sehat yang merasa rugi membayar iuran tetapi tidak pernah menggunakannya.

Bagi wanita 42 tahun ini, JKN-KIS adalah program yang mengandung makna sesuai dengan kebudayaan Indonesia yaitu gotong royong atau saling membantu di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit.

“Semoga jumlah peserta sehat yang mendukung program JKN-KIS akan semakin meningkat dan peserta sakit lainnya dapat terbantu pula dengan program ini melalui gotong royong pesertanya,” harap Rasni. (*)

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved