Alasan Biayai Orang Tua Sakit, Ketut S Bobol Brankas Mie Kober Singaraja

Ketut S yang merupakan mantan supervisor di tempat makan itu telah mengetahui persis dimana letak berangkasnya.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi saat menunjukkan tersangka Ketut S beserta uang tunai hasil curiannya di gerai makanan Mie Kober Singaraja, Selasa (28/4) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Berdalih ingin membiayai orangtua yang sedang sakit, Ketut S nekat membobol brankas gerai makanan Mie Kober yang terletak di Jalan Dewi Sartika Utara, Kecamatan Buleleng.

Ia berhasil membawa kabur uang tunai mencapai Rp 12.760.000.

Kanit Reskrim Polres Kota Singaraja,  Iptu Ida Bagus Astawa ditemui Selasa (28/4/2020) mengatakan, aksi pencurian ini dilakukan oleh Ketut S pada Rabu (15/4) malam, saat gerai makanan itu sudah tutup.

Ketut S yang merupakan mantan  supervisor di tempat makan itu telah mengetahui persis dimana letak brankasnya.

Diklaim Lebih Praktis, Fakultas Teknik Unud Serahkan Bantuan Bilik Uji Swab ke RSPTN Unud

Dukung Program Di Rumah Aja, RedCar Auto Detailing Adakan Layanan Towing Gratis dan Free Disinfektan

Umah Ketipat Food Corner, Destinasi Wisata Kuliner di Bali Utara

Kemudian, Ia pun mengambil berankas tersebut, dan membobolnya tepat di belakang mes karyawan, hingga berhasil mengantongi uang tunai Rp Rp 12.760.000.

Untuk menyembunyikan perbuatannya, Ketut S lantas mengubur brankas itu di belakang mes.

"Tersangka sudah satu bulan lebih berhenti bekerja di Mie Kober yang ada di Singaraja. Kemudian ia pindah, bekerja di Mie Kober Tabanan. Saat libur, Ketut S bermain ke Buleleng, dan sempat menginap di mes karyawan. Saat menginap itu lah, dia mencuri kunci tempat brankas disimpan, lalu membobol brankas itu tepat di belakang mes," terang Iptu Astawa.

Menerima laporan pencurian ini, Polisi pun bergegas melakukan penyelidikan.

 Tak butuh waktu lama, berkat rekaman cctv, polisi berhasil menangkap Ketut S pada Kamis (16/4).

"Tersangka kami tangkap di mes itu. Uangnya belum sempat dibelanjakan. Berdasarkan hasil penyelidikan, Ketut S murni mencuri sendirian. Tidak ada keterlibatan karyawan lain," ucap Iptu Astawa.

Sementara tersangka berdalih, terpaksa mencuri untuk membiayai orangtuanya yang sedang sakit di Lampung.

 "Uangnya untuk berobat orangtua. Saya mencuri di Mie Kober Singaraja karena tau seluk beluknya," singkat Ketut S.

Akibat perbuatannya, dia pun dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP, dengan ancaman hukuman  pidana paling lama tujuh tahun penjara. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved