Dugaan Pencurian Pratima Berupa Ketu di Pura Taman Limut, Polsek Ubud Lakukan Penyelidikan

Kehilangan benda suci yang ditafsir seharga Rp 25 juta tersebut, diketahui Rabu (6/5/2020) pukul 07.30 Wita.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Aparat kepolisian Polsek Ubud saat melakukan olah TKP di Pura Taman Limut, Rabu (6/5/2020) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pratima berupa ketu/siwa krana atau sebuah penutup kepala yang di sucikan di Pura Taman Limut, Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Kecamatan Ubud diduga digondol maling.

Kehilangan benda suci yang ditafsir seharga Rp 25 juta tersebut, diketahui Rabu (6/5/2020) pukul 07.30 Wita.

Saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait hilangnya ketu tersebut.

Kapolsek Ubud, AKP Gede Sudyatmaja membenarkan adanya laporan kehilangan dari pengempon Pura Taman Limut.

Disamping Berbagi Takjil Gratis, Masjid Baitul Makmur Buka Program Donasi bagi Para Dermawan

280 Lebih Warga Telah Ajukan Surat Keterangan Pulang Kampung,Begini Penjelasan Ditlantas Polda Bali

Dampak Pandemi Covid-19, BPS Catat Ekonomi Bali Tumbuh Negatif

Sudyatmaja mengungkapkan, kasus ini berawal dari seorang krama, I Wayan Sumarayasa yang hendak melakukan bersih-bersih di kawasan pura, Rabu (6/5/2020) sekitar pukul 07.30 Wita.

“Saat berada di areal pura, yang bersangkutan melihat pintu ‘gedong’ atau bangunan penyimpanan pratima dalam keadaan terbuka,” ujar Sudyatmaja.

Melihat adanya kejanggalan, lanjutnya, yang bersangkutan lantas memberitahu Jro Mangku Made Karya, yang sudah duluan berada di pura.

 “Tapi jro mangku mengatakan tidak mengetahui kenapa gedong itu terbuka, karena saat tiba di pura, yang bersangkutan langsung menyiapkan sarana upakara yang rutin dilakukan setiap hari,” ujarnya.

Mendapat informasi gedong pratima terbuka, mereka lantas menuju ke gedong penyimpanan.

Namun, saat itu mereka tidak berani mendekat, yakni hanya melihat dari kejauhan.

Lantas mereka memanggil Kelian Banjar Pengosekan Kelod, I Made Sumarta.

 “Lalu dugaan pencurian tersebut dilaporkan pada kami. Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan terkait laporan ini,” ujarnya.

Terkait benda yang hilang dari dalam gedong pratima itu, kata dia, berupa ketu.

Akibat PHK & Tak Ada Tempat Tinggal, Buruh Kasar Asal Luar Daerah di Bali Diijinkan Pulang Kampung

Warga Dengan Kriteria Ini yang Dapat Kelonggaran Gunakan Moda Transportasi Mulai Besok

AA Tak Beri Makan Istri Selama Setahun, Alasannya karena Tak Bisa Memasak

 “Tidak ada emas yang hilang, tetapi sebuah ketu. Atas kehilangan ini, pihak pura mengalami kerugian ditafsir Rp 25 juta,” ujar mantan Kapolsek Payangan itu. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved