Corona di Bali
Tabanan Tambah Dua Pasien Positif, Satu Pasien Diperkirakan Transmisi Lokal dari Luar Tabanan
Dua orang warga asal Tabanan terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (7/5/2020). Dua orang tersebut merupakan PMI dan WNI.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dua orang warga asal Tabanan terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (7/5/2020).
Dua orang tersebut merupakan PMI dan WNI.
Pasca tambahan satu orang WNI tersebut yang dikatakan kasus transmisi lokal, pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tabanan sedang menelusuri keluarga yang sempat kontak dengan pasien positif tersebut.
Saat ini keluarganya masuk dalam status Orang Tanpa Gejala (OTG).
Berdasarkan data sebaran pasien Covid-19 di Tabanan, hingga saat ini sudah ada 11 orang yang dinyatakan positif.
Dari jumlah tersebut delapan di antaranya sudah sembuh dan tiga orang lainnya masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda yakni masing-masing satu orang di RS Nyitdah, RSUD Mangusada, dan RSPTN Universitas Udayana.
• Masker Non-medis Reusable, Produk Terbaru yang Diciptakan TriUpcycle
• PT. Kontak Perkasa Futures Bali Bergerak Salurkan 1000 Paket Sembako
• Kunjungi Lokasi Karantina, Wabup Suiasa Apresiasi Jasa Petugas Medis
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tabanan, Putu Dian Setiawan mengatakan, untuk kabupaten Tabanan menunjukkan adanya tambahan satu orang pasien terpapar covid-19 yang dikategorikan transmisi lokal.
Hal ini disebut menjadi pukulan cukup berat mengingat selama ini pemerintah Kabupaten Tabanan dengan GTPP covid 19 Tabanan di bawah komando Ibu Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti sangat intens mengingatkan masyarakat untuk melaksanakan protocol kesehatan sehingga terhindar dari terpapar covid 19.
Bahkan, sudah menjelang 2 bulan sejak pandemi ini menyebar ke Provinsi Bali, Kabupaten Tabanan akumulasi jumlah pasien terpapar covid mencapai 9 orang yang seluruhnya adalah WNI dan yang sudah dirawat dan sembuh sebanyak 8 orang dan 1 orang masing di rawat di RSPTN Udayana.
"Ada tambahan dua orang, satu PMI yang baru datang belum sempat karantina. Dan satu orang lagi merupakan WNI yang kesehariannya bekerja di wilayah Denpasar," jelas Dian, Kamis (7/5/2020).
• Omzet Wajib Pajak Hotel & Restoran Nol Rupiah, Pengusaha Setor Pernyataan Tutup Sementara
• Pemprov DKI Jakarta Berencana Potong Tunjangan hingga Tiadakan THR PNS akibat Pandemi Covid-19
• Menaker Izinkan Perusahaan Tunda Pembayaran THR Karyawan Selama Pandemi Covid-19
Dia menuturkan, khusus untuk pasien ke-10 (WNI) ini secara legalitas formal kependudukan tercatat sebagai warga Kota Denpasar.
Ia untuk sementara tinggal si Kabupaten Tabanan bersama istrinya yang juga ber-KTP Denpasar adalah dalam rangka menunggu orangtua (ayah) yang hidup sebatang kara karena sebelumnya ditinggal meninggal istrinya di salah satu desa di Kecamatan Tabanan.
Kesehariannya adalah sebagai karyawan swasta yang bekerja di luar kabupaten Tabanan. Setiap pagi sekitar pukul 07.00 Wita ia sudah berangkat dari Tabanan dan kembali pada malam harinya.
Dia melanjutkan, sehubungan dengan aktivitas keseharian pasien 10 ada di luar Kota Tabanan dan pekerjaannya mewajibkan untuk berjumpa dengan banyak klien sehingga kemungkinan besar terpapar covid di luar wilayah Kabupaten Tabanan.
• PDP Terkonfirmasi Positif Corona di Buleleng Bertambah Tiga Orang
• Pemain Bali United Gavin Sedih dengan Situasi Saat Ini, Berharap Pandemi Covid-19 Cepat Berakhir
"Kami di gugus tugas melalui Satgas Kesehatan sudah melakukan tracking atas kedekatan pasien dengan orang-orang terdekat yakni ayah dan istrinya. Saat ini mereka berstatus OTG," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peta-sabaran-covid-19-di-tabanan.jpg)