Corona di Bali
Difasilitasi Disbud Bali, 50 Komunitas Terdampak Covid-19 Bakal Lakukan Pentas Virtual
Mereka mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya seninya secara virtual berkat dukungan dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 50 kelompok seni, sanggar atau yayasan bakal menampilkan karyanya berupa seni pertunjukan, seni rupa, seni pedalangan, seni sastra dan/atau teater.
Tidak seperti biasanya, penampilan karya 50 kelompok seni tersebut kali ini dilakukan dalam bentuk panggung virtual.
Mereka mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya seninya secara virtual berkat dukungan dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali.
Dukungan diberikan agar para kreator, seniman, dan pekerja seni yang terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tetap kreatif berkarya.
• 72 Persen Kantor KUPVA BB Tutup Sementara Selama Pandemi Covid-19
• Kalau Harus Dihentikan, Sejumlah Pemain Bali United Butuh Turnamen Pengganti Liga I Indonesia
• Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19, PPDB Tingkat SMA & SMK di Bali Dilaksanakan via Daring
Selain itu juga sekaligus ikut serta dalam menanggulangi pandemi Covid-19 melalui social/physical distancing, bekerja, belajar dan berkarya dari rumah.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan "Kun" Adnyana menjelaskan, kegiatan ini digelar guna tetap menjaga semangat berkreativitas para seniman juga pekerja seni di tengah pandemi Covid-19.
Dalam situasi seperti ini banyak kelompok, sekaa, sanggar atau yayasan seni yang aktivitasnya terhenti karena pandemi Covid-19.
Oleh karena itu, pihaknya memfasilitasi 50 kelompok dalam panggung virtual agar kegiatan berkesenian tetap berjalan.
"Di dalam peragaan dan pementasan kesenian yang dimunculkan mengandung tema refleksi/renungan atas pandemi Covid-19, menawarkan optimisme, solidaritas sosial, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus memiliki dimensi estetika, edukasi, dan juga hiburan yang sehat," Kun Adnyana, didampingi Kabid Kesenian Ni Wayan Sulastriani, Selasa (12/5/2020).
Disbud Bali memang memiliki program Pemajuan Kesenian dengan Kegiatan Peragaan dan Pementasan Seni Budaya.
Sehubungan dengan pandemi Covid-19, kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan dalam format peragaan dan pementasan yang disaksikan secara langsung oleh penonton sebagaimana biasa pada situasi normal.
"Atas arahan Bapak Gubernur Bali Wayan Koster, peragaan dan pementasan dimaksud kemudian dilaksanakan melalui bentuk media virtual. Seperti memanfaatan beragam kanal media sosial, sementara penggarapan dan pentasnya tetap dari rumah atau studio masing-masing," kata akademisi Institut Senin Indonesia (ISI) Denpasar tersebut.
Kun menegaskan, dalam pementasan virtual setiap kelompok seni.menampilkan satu peragaan atau pementasan yang berdurasi 30 hingga 45 menit.
• Pelatih Bali United Teco: Jika Kondisi Membaik, Liga 1 Indonesia 2020 Bisa Digelar Tanpa Penonton
• Bakwan Keladi dengan Saus Istimewa, Kuliner Hits Kota Singaraja yang Bisa Ditemui di Filosofi Keladi
• Bakwan Keladi dengan Saus Istimewa, Kuliner Hits Kota Singaraja yang Bisa Ditemui di Filosofi Keladi
Pementasan itu berupa rekaman utuh format video dan disimpan dalam bentuk digital, seperti flashdisk, DVD, serta file digital lainnya termasuk dokumen foto-foto peragaan dan pementasan kesenian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lawak-bali.jpg)