Corona di Indonesia
Begini Cerita dan Peran Public Figure di Indonesia dalam Menghadapi COVID-19
Sehingga apa yang dilakukan para public figure akan lebih didengar dan diikuti oleh masyarakat melalui kampanye atau kegiatan positif lainnya
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Figur publik atau public figure menjadi sosok penting dalam memberikan dukungan untuk memerangi pandemi COVID-19, sebab mereka memiliki kekuatan utama seperti reputasi dan nama baik serta prestasinya yang sebelumnya dikenal masyarakat.
Sehingga apa yang dilakukan para public figure akan lebih didengar dan diikuti oleh masyarakat melalui kampanye atau kegiatan positif lainnya.
“Bagaimana seorang pesohor itu ketika menyampaikan sesuatu itu berpengaruh secara psikologi, karena masyarakat merasa mengenal dia dari karya-karyanya,” ujar presenter dan artis Choky Sitohang di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (16/5/2020).
Sebagai presenter dan public figure, Choky juga melakukan upaya-upaya untuk mencegah penularan virus corona jenis baru dengan bekerja dari rumah selama kurang lebih dua bulan.
• IPB Buat Covid solver, Aplikasi yang Bisa Bantu Tentukan Kebijakan Terkait Covid-19
• Kasus Kepemilikan Ganja Seorang WN Inggris di Bandara Ngurah Rai Dilimpahkan ke Kejari Denpasar
• 155 Orang yang Dikarantina di Denpasar Jalani Test Swab
Meski hal itu tentu memberikan dampak risiko bagi dirinya, namun Choky menganggap semua bisa disesuaikan dengan pola hidup baru, sebagai dukungan kepada pemerintah untuk memerangi pandemi COVID-10.
“Kegiatan utama semua dimulai dari rumah. Benar-benar semua dari rumah. Tentu ini ada kerugian dari sisi kami. Ini semua adalah risiko yang memang bukan hanya kami saja yang hadapi. Saya yakin kita semua juga menghadapi hal yang sama. Tetapi apa yang menjadi anjuran pemerintah adalah yang terbaik bagi kami,” ujar Choky.
Sejalan dengan Choky, artis muda dan berbakat Olivia Zalianty juga melihat kehadiran public figure sangat berperan dalam memberikan contoh upaya gotong-royong dengan berbagai kegiatan seperti kesenian hingga penggalangan dana.
Sebab, dalam menghadapi musibah pandemi COVID-19 ini harus dilakukan secara bersama-sama.
“Musibah ini membangkitkan semangat gotong-royong kita. Mungkin pemerintah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun justru hal itu juga membangkitkan bahwa ini saatnya kita menunjukkan kita bisa bergotong-royong dengan skala besar,” jelas Olivia.
Dalam kesempatan yang sama, artis kenamaan Marcella Zalianty juga merasakan bahwa pandemi COVID-19 juga berdampak pada kegiatan rumah produksi dan memaksa para pekerja seni tidak dapat melakukan aktivitas sehingga tidak dapat mendapatkan penghasilan.
Oleh sebab itu, dia bersama Persatuan Artis Film Indonesia melakukan penggalangan dana untuk sektor seni yang terkena dampak pandemi.
“Kita menggalang dana dari kita untuk kita dan kita ahlamduiliiah sudah dua minggu lalu sudah didistribusikan bantuan kepada 250 pekerja film, dan sekarang quarter kedua kita melanjutkan bekerja sama dengan Kitabisa.com kita bikin lelang barang artis yang mana hasilnya akan kita donasikan pekerja seni lebih luas lagi. Kita juga melakukan kegiatan berbagi kasih melalui konser amal,” jelas Marcella.
• Ramadhan Berkah, Siswa dan Guru Madrasah Dapat Kuota Internet Terjangkau, Diskon Harga hingga 60%
• Bacaan Niat, Panduan Salat dan Tata Cara Khutbah Idul Fitri di Rumah
• MUI Imbau Pelaksanaan Salat Id atau Salat Idul Fitri Tetap di Rumah Saja, Berikut Tata Caranya
Dalam menghadapi pandemi COVID-19, ada yang kemudian berbeda pendapat dari banyak orang bahkan kalangan seniman papan atas.
Perbedaan pendapat mengenai penyebaran virus SARS-CoV-2 juga dapat memunculkan beragam opini masyarakat.
Menurut pandangan dari kalangan pesohor, hal itu tentunya memang wajar terjadi karena beberapa sebab.