Corona di Bali

Hore, Dua Hari Terakhir Nihil Penambahan Kasus Covid-19 di Gianyar dan Pasien Sembuh Meningkat

Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya membenarkan, selama dua hari ini pasien sembuh terus bertambah.

tribun bali/dwisuputra
Ilustrasi virus corona (covid-19) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Dua hari berturut-turut pasien covid-19 di Kabupaten Gianyar tidak ada penambahan.

 Sebaliknya, Satgas Covid-19 Gianyar mengonfirmasi, seorang pasien asal Desa Petulu, Ubud sembuh, Kamis (21/5/2020).

Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya membenarkan, selama dua hari ini pasien sembuh terus bertambah.

Sementara penambahan terpapar tidak ada. Karena itu, saat ini jumlah pasien positif covid-19 asal Gianyar yang masih menjalani perawatan sebanyak tiga orang.

Menko PMK Ingatkan Jumat 22 Mei 2020 Tak Libur, ASN Harus Tetap Masuk Kerja

Tim SAR Lakukan Pencarian Nelayan yang Hilang Saat Melaut di Perairan Nusa Dua

Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran Diverifikasi FIFA & PSSI untuk Venue Pendukung Piala Dunia U-20

“Dari akumuasi 29 pasien yang selama ini terpapar covid, sebanyak 26 orang sudah sembuh,” ujarnya Kamis siang.

Pasien terakhir yang sembuh, kata dia, merupakan seorang ibu rumah tangga yang merupakan transmisi lokal asal Desa Petulu, Ubud.

Perempuan 55 tahun tersebut, kata dia, terkonfirmasi positif pada 11 Mei 2020, lalu keesokan harinya dirawat di RSUD Sanjiwani.

“Yang sembuh ini seorang ibu rumah tangga, transmisi lokal, dirawat di RSUD Sanjiwani sejak 12 Mei, tanggal 19 Mei kemarin hasil evaluasi keduanya yang bersangkutan sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19,” ungkap Wisnu.

Terkait apakah pasien positif covid-19 yang sudah sembuh, bisa terpapar lagi? Wisnu mengatakan sampai saat di Gianyar belum ada kasus demikian.

Namun secara teori, bisa saja terjadi karena belum ada penelitian tentang kekebalan tubuh terhadap virus ini.

“Faktor yang mempengaruhi adalah imunitas atau kekebalan yang turun. Tapi sejauh  ini yang dilaporkan kembali menjadi positif di beberapa negara, WHO mengklaim kemungkinan karena teknis pemeriksaan PCR yang salah,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, jika pasien yang sembuh ini kembali diperiksa dengan rapid test, maka kemungkinan besar dipastikan reaktif karena antibodinya masih ada.

 Karena itu, bila pasien yang bersangkutan kembali mengalami gejala Covid, maka tidak disarankan dirapid test.

Sejumlah Wilayah di Bali Diprediksi Hujan Sedang-Lebat Hari Ini, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Sisihkan Gaji, Anggota Dewan Gianyar Ini Bagi Sembako Untuk Ibu Hamil hingga Sulinggih

Lori Meyers Rilis Single ‘Semua Gila’, Bawa Harapan Jangan Sampai Takut Berlebihan

“Kami tidak disarankan merapid test, tetapi langsung test swab dan PCR biar lebih pasti,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved