Cekcok Shinta Sari dan Intan Gara-gara Pacar di Jalan Gunung Soputan Denpasar Berujung Bui

Cekcok Shinta Sari dan Intan Gara-gara Pacar di Jalan Gunung Soputan Denpasar Berujung Bui

Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Shinta Sari Sadikno (23) dijatuhi pidana penjara selama lima bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (22/5/2020).

Dalam sidang yang digelar secara virtual, Shinta dinyatakan terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap saksi korban, Intan Wahyuni.

Terdakwa kelahiran Jakarta itu melakukan penganiayaan dengan cara melayangkan bogem ke wajah Intan karena berlatar cemburu.

Mendengar putusan dari majelis hakim, Shinta yang menjalani sidang dari Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar tampak pasrah.

"Saudari terdakwa, anda dituntut tujuh bulan, divonis lima bulan penjara. Mau menerima atau banding," tanya Hakim Ketua I Putu Gde Novyartha.

"Saya menerima, Yang Mulia," jawab singkat Shinta dari balik layar monitor.

Sikap senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Kadek Wahyudi Ardika menanggapi putusan majelis hakim tersebut.

Sebelumnya jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar ini menuntut Shinta dengan pidana penjara selama tujuh bulan.

Sementara dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama lima Bulan, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan, dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan," tegas Hakim Ketua I Putu Gde Novyartha.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved