Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hydroxychloroquine Pernah Diklaim Bisa Atasi Covid-19, Ternyata Obat Ini Miliki Efek Samping Serius

Hydroxychloroquine diklaim oleh beberapa pihak dapat menyembuhkan Covid-19. Presiden AS Donald Trump pun mengaku mengonsumsi obat tersebut untuk

Sonis Photography
Ilustrasi Hydroxychloroquine 

TRIBUN-BALI.COM - Hydroxychloroquine diklaim oleh beberapa pihak dapat menyembuhkan Covid-19.

Presiden AS Donald Trump pun mengaku mengonsumsi obat tersebut sebagai langkah untuk mencegah infeksi virus corona.

Penggunaan hiydroxychloroquine untuk mencegah atau mengatasi Covid-19 masih memerlukan uji klinis.

Bahkan, sebagian besar ahli kesehatan pun melarang penggunaan obat tersebut.

Ahli jantung dari Cleveland Clinic, Steven Nissen, dan spesialis perawatan darurat Abhijit Duggal memaparkan penggunaan hiydroxychloroquine bisa menimbulkan efek samping serius.

Ini 6 Zodiak yang Suka Menyembunyikan Perasaan Mereka, Libra yang Terlalu Emosional Sangat Kuat

Hacker Klaim Dapatkan Data 2,3 Juta Pemilih pada Pemilu 2014, Begini Tanggapan KPU

Tidak Mudik Lebaran, Akankah Pengaruhi Kesehatan Jiwa? Ini Kata Dokter Kejiwaan

Itu sebabnya, obat tersebut tidak boleh dikonsumsi sembarangan.

Manfaat dan efek samping Hiydroxychloroquin adalah obat untuk mengatasi rheumatoid arthritis dan lupus.

Rheumatoid arthritis dan lupus merupakan penyakit autoimun.

Penyakit tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif sehingga menyerang persendiannya.

Akibatnya, pasien mengalami pembengkakan dan rasa sakit di persendian.

Penggunaan hydroxychloroquine pada pasien autoimun tersebut dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, hydroxychloroquine juga pernah digunakan untuk mengatasi malaria.

19 Puncak Tertinggi di Dunia ada di Himalaya, Berikut 17 Fakta Unik Dunia

10 Ribu Tenaga Medis di Iran Terinfeksi Covid-19

Ini Sederet Drakor Lee Min Ho yang Cocok Ditonton Saat Lebaran, Apa Kamu Sudah Pernah Menontonnya ?

Namun, Nissen mengatakan obat tersebut tak lagi digunakan karena sudah ada obat yang memberi manfaat kebih baik dengan efek samping yang lebih ringan.

Menurut Duggal, penggunaan hydroxychloroquine bisa menimbulkan berbagai efek samping, seperti gejala gastrointestinal dan risiko interaksi negatif dengan resep lain yang mungkin digunakan oleh pasien.

"Efek samping yang paling ditakuti adalah gangguan irama jantung yang disebut takikardia ventrikel," ucap Duggal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved